Kamis, 30 Juni 2016

Hikayat Margaasih

Syahdan, demikianlah kemasyhuran Alimulhadi tersebarkan kepada segenap ra'yat maka terkagumlah Imam Besar Tio Soumokil. Maka daripada Imam Besar sampailah jua kemasyhuran lagi kebijaksanaan Alimulhadi kepadakan Sultan Faris, iaitu sultan negeri Farisiyah. Kanakian Alimulhadi dipanggilkannyalah melalui Fansur dengan segenap koneksi wifi percuma.

Berchatlah Sultan Faris kepada Fansur melalui wifi percuma supaya tiada uang terbuang : Wahai Fansur, aku dengar di rumah engkau ada orang terlalu bijak konon. Kutitahkan supaya engkau besertakan orang hadirlah kehadapku. Maka sebagai ra'yat patuhlah kepada titah Sultan.

Arkian pergilah mereka berdua kehadapan Sultan Faris, maka berkatalah ia, "Duli Tuanku, titah Tuanku sudah patik laksanakan." Kanakian majulah Imam Besar Tio Soumokil sedemikianlah wajahnya itu sebagai orang hendak kalah sabung COC hatta Fansur itu bergetar getar, "Daulat Tuanku, hamba mohonkan ampun bilamana ada khilaf". Akan tetapi wajah Imam Besar masihlah demikian.

Maka berkata Alimulhadi, "Ampunkan hamba Sultan, apa maksud dan kehendakan Tuanku mengundang hamba kemari?." Maka jawab Sultan, "Saudaraku Alimulhadi, sesungguhnya aku melihat di marikh (Bahasa Arabnya Mars)  itu terlalu banyak konon, maka aku hendak berbuat negeri di sana." 

"Ampunkan hamba lagi Sultan, hamba hendak bertanya pula dikarenakan apa wajah Imam Besar demikian?". Maka jawab Sultan, "Sesungguhnya ia itu menjadikan wajahnya serupa itu iaitu

karena ia hendak mencari sponsor seminggu tujuh malam tiada tidur tiada bangun. Sponsor itu mestilah ada, supaya aku boleh berbuat negeri di sana." (Sesuai syarat syah Negeri mestilah ada pengakuan negeri lain, apalah daya PBB itu tiada jua mengakui Negeri Farisiyah)

Arkian Alimulhadi dan Fansur dipersilakannyalah masuk ke dalam ruangan nan besar, iaitu yang harganya diserupakan dengan 500 dinar (Kurs Dinar bisa dicari di www.google.com). Di dalam ruang nan besar itu nampaklah tiga ribu orang yang ada di luar sana. Di dalamnya ada lima ratus orang dari berbagai macam orang, maka berkatalah Sultan Faris, "Wahai Alimulhadi! Kutitahkan kepada engkau pergilah bersama orang yang lima ratus itu. Ku titah kamu sekalian supaya pergi kepada negeri sponsor!"

Maka diceriterakanlah oleh Sultan Faris perihal negeri sponsor itu. Negeri sponsor itu ialah negeri shahabah Farisiyah, sebab Sultan Faris ialah satu perguruan dengan Raja Negeri Sponsor itu. Negeri itu diceriterakan jauhnya 1000 tahun perjalanan bilamana jalan kaki naik batu, dan disepanjang jalannya itu terlalu banyak silumannya, kanakian di sana itu terlalu banyak Dukun Santet konon. Maka dinamakan oranglah negeri Sponsor itu Negeri Gultomisme dan pusatnya itu ialah di negeri Margaasih, sebab negeri itu dipimpin Raja Gultom sedang ia itu bermarga Gultom dan Raja Gultom itu konon pengasih kepada kabogohnya dan pengasihan jua itu ia punya (Mengenai definisi pengasihan bisa dicari di www.google.com). Di negeri Margaasih itu berkumpullah orang orang cerdik nan pintar supaya tiada kering tanah di negeri itu. Maka Negeri Farisiyah itu hendak bersilaturahmi dan bermusyawarah supaya dapatlah mereka berbuat negeri di Planet Marikh.

Hatta dua puluh menit Sultan Faris memberikan wejangannya itu, maka berkatalah ia, "Negeri Margaasih itu bilamana kamu tiada patuh kepadaku kamu tiada dapat mencapainya. Aku akan berikan benda benda ini, supaya kamu segenapnya tidak menjadi derita dan merajuk dan tiada sampai kesana." Maka diberikannyalah benda benda kepada Alimulhadi, Fansur, dan lima ratus orang di sana.

Arkian berangkatlah mereka semua ke negeri Margaasih menggunakan kereta Shin Kan Sen yang sudah diberi segel Kyubi dan jutsu Kamui. Demikian itu supaya tiada gangguan yang dibuatkan oleh para Siluman dan pengaruh dukun santet Madara Uchiha. Maka supaya mereka itu merasakan nyaman di sana, dibuka lah benda yang diberikan Sultan Faris, iaitu Powerbank 7000 mAh. Bermacam macam orang bermacam jua kehendakannya, maka adalah orang itu yang sudah habis baterenya, hendak berhenti dan mengecas. Maka diturunkannyalah orang orang itu oleh Alimulhadi supaya mereka dapat mengecas dan tenteram hati mereka. Akan tetapi mereka itu sangatlah lembam mengecas iaitu hendak selama sepuluh jam sahaja (Karena colokan itu hanya tiga sahaja), kanakian berujarlah Alimulhadi, "Wahai kamu semua! Kembalilah kamu ke kereta supaya kita tiada menjadikan ngaret di sana." Maka orang orang itu tiada mendengar perkataan Alimulhadi kecuali lima orang sahaja, karena powerbanknya masih penuh. 

Pergilah Alimulhadi beserta Fansur dan lima orang itu ke dalam kereta, sedang orang orang yang ingkar lagi durhaka itu bertemulah mereka dengan Siluman Ekor Sembilan yang dikendalikan Dukun santet Madara Uchiha maka jadilah mereka itu terkenai Mugen Tsukoyomi serta powerbanknya mereka itu direbutlah oleh Madara supaya jadi powerbank 1000000 mAh.

Demikian itu kereta Alimulhadi menjadi tiada terjadi overcapacity sebagai sebelumnya, padahal ashli itu muatnya hanyalah sekedar dua belas orang. Hatta lewatlah dua puluh menit sampailah mereka itu kepada negeri Margaasih yang dimaksud. Benarlah ceritera Sultan Faris perihal margaasih itu. Negeri itu bilamana orang Farisiyah melihatnya geletar kakinya disebabkan kepanasan dan kurang jajan selama di jalan lagi kurang buang hajat.

Di Gerbang negeri Margaasih itu disambutlah orang mereka yang bertujuh itu, dan diantarkannyalah mereka ke istana Raja Gultom. Istana Raja Gultom itu tingginya seratus hasta serta luas luas sekali. Di istana itu dipasangkanlah oleh Raja Gultom dan pengikutnya dari ilmualamsatu segala rupa simbol Gultomisme di segala penjuru.

"Daulat Tuanku, kami dari negeri Farisiyah atas titah Sultan Faris hendak bersilaturhami ke negeri Tuan," maka jawablah Raja Gultom, "Benarlah begitu, sebab aku sudah dichatkan oleh Sultan Faris yang seperti itu sebanyak sepuluh lusin lengkap jua dengan emoticonnya." Kanakian tergelaklah Raja Gultom kemudian jua semua pengikutnya.

Arkian diajaklah ketujuh orang Farisiyah itu ke ruangan yang besar sekali, lengkap jua foto Raja Gultom di depannya. Di ruangan itu adalah orang yang sebanyak tujuh orang jua. Mereka itu ialah golongan cerdik para pengikut Raja Gultom dari ilmualamsatu. Maka dipersilakannyalah orang Farisiyah supaya ikut berduduk di sana. Mereka semua itu duduknya di hadap hadapkan diluar meja nan bundar, sebagai KMB.

Berkatalah Raja Gultom supaya mereka semua memperkenalkan diri semuanya. Maka diantara utusan Farisiyah itu ada Alimulhadi, Fansur, Pujangga Aghniansyah, Said Husein, Guru Ip, Syekh Ariz, serta Jurugambar Boy. Sedangkan dari negeri Gultomisme itu ada Kang Nuriana, Liem Xiao Tep, Adityawarman, Spiderman, Ahli Murfidz, dan yang paling cantik iaitu Puteri Merbau sebab ia perempuan sendiri akan tetapi namanya itu memang Puteri bukanlah ia anakan dari Raja (Bapaknya itu sudah kasih dia nama seperti itu).

Maka dibukakanlah musyawarah oleh Raja Gultom sebari ia berkata kepada Alimulhadi, "Wahai Alimulhadi! Sebutkanlah apa yang negerimu sedang risaukan?". Maka jawab Alimulhadi, "Negeri kami itu hendak berbuat negeri di Planet Marikh, dan kami ini risau perihal beberapa hal. Pertama, apatah di sana ada makhluq lain berdaulat?". Maka jawab Liem Xiao Tep, "Disana itu tiada makhluq berdaulat, maka Sultan dapatlah berbuat negeri di sana". (Alimulhadi itu hendak bertanya apatah betul ada negeri makhluq lain di Marikh sana)

Kanakian Alimulhadi berkata, "Betul yang kamu katakan, sesungguhnya yang tadi itu hanyalah pemanasan supaya tiada tegang." Maka berkatalah Liem Xiao Tep, "Pantaslah masih terasa mudah tuanku." Maka tergelaklah Raja Gultom, tapi yang lainnya itu tiada demikian karena Alimulhadi itu tiada lucu perkataannya.

Maka musyawarah itu heninglah hatta Said Husein berujar demikian, "Sesungguhnya kami segenap ahli Farisiyah itu takutkan sekali akan tiada dapat chatting bilamana ada di planet Marikh, sebab disana tiada internet sebagai di sini." Kemudian berkatalah Pujangga Aghniansyah, "Chatting itu ialah cara supaya kami disana bolehlah mendapat tenteram hatta pulang sebab bilamana butuhkan bantuan bisa didapat."

Maka kemudian Puteri Merbau berkata, "Di negeri Indonesia itu, iaitu di Jalan Raya Bharata aku melihat ada tukang baso iaitu yang dekat Madrasah Negeri 1 Cimahi yang bilamana kita ke sana maka dapatlah kita wifi percuma dengan laju sepuluh gigabyte per detik." Maka terkagetlah seluruh ruangan itu, sebab jikalau yang demikian itu berlaku mestilah mereka sudah ada di sana di tempat tukang baso dari sedari dulu supaya bisa pakai wifi.

Kanakian jawablah oleh Said Husein, "Wahai Puteri Merbau yang jelita, bilamana yang demikian itu berlaku mestilah kami sudah boleh memindahkan Singgasana Nabi Sulaiman dalam sekejap mata sahaja. Wahai Puteri Merbau yang jelita, mungkin engkau sudah salah membaca dan dikelabui konspirasi illuminati di Indonesia. Wahai Puteri Merbau yang jelita, sadarlah engkau!". Maka riuhlah seluruh ruangan, sembari demikian berbisik bisiklah Alimulhadi dengan Said Husein perihal tadi.

Kanakian Raja Gultom berkata, "Wahai kamu sekalian! Janganlah bergaduh semuanya, sesungguhnya yang dikatakan Said Husein itu benar juga. Kita semua sudah tahu bilamana di negeri Indonesia itu banyak akan konspirasi!."

Maka berkatalah Adityawarman, "Bolehkah jika laju internet itu di negeri Indonesia itu tinggi sangat konon?." Lalu berkata jua Kang Nuriana hal yang sedemikian itu. Maka akhirnya menjadilah pertemuan itu riuh semuanya, sedang mereka semua berdebat pasal laju. Tersebutlah hal yang demikian itu karena negeri Indonesia itu tiada pun terlalu baik dihadap negeri negeri lain yang masyhur pasal laju internet. Maka tercerailah golongan Farisiyah dengan golongan Gultomisme.

Raja Gultom itu ialah Raja yang tiada suka bergaduh lagi terlalu risau hatinya, maka Alimulhadi itu berpikirlah ia supaya tiada ini berlanjut lanjut lagi. Hatta satu jam lamanya maka Alimulhadi dengan wara' berkata, "Wahai Puteri Merbau! Tunjukkanlah kepada kami semua gambar tempat yang engkau maksudkan!." Maka Puteri Merbau berlaku yang demikian.

Nampaklah suatu gambar berwarna hijau lagi ada spanduknya. Kemudian tersenyumlah Alimulhadi sembari berkata kepada Syaikh Ariz dan Guru Ip secara pelan pelan. Maka berujarlah Guru Ip, "Wahai semuanya, telah nampak kepada kita bahwa gambar itu sedemikian jelasnya. Maka lihatlah bahwa sesungguhnya itu tertuliskan sepuluh gigabyte sahaja, dan itu ialah bukan sebutan khas daripada laju tetapi quota." —Sesungguhnya satuan daripada laju internet itu GB/s bukanlah GB sahaja—. Arkian Spiderman itu sepakat dengan perkataan Guru Ip dengan betul betul.

Arkian Alimulhadi berkata, "Sesungguhnya, kita semua hanyalah bergaduh perihal sesuatu yang tiada pula kita nampak dari asalnya, maka tiada ada jua ujung pangkalnya hatta akhirnya kita bergaduh demikian!". Kemudian berkatalah Raja Gultom, "Betul sekali apa yang dikata Alimulhadi itu, baiknya kamu semua berdamailah semuanya!"

Maka semua yang ada di ruangan itu bermaaf maafan semuanya. Kemudian mereka semua itu bermufakat sedia maka akhirnya mereka itu sepakat. Kemudian mufakat itu mereka berikanlah nama 'Interpretasi Margaasih' supaya itu miriplah namanya dengan 'Interpretasi Copenhagen' iaitu antara Einstein dan Bohr, apabila itu interpretasi dilakasankan oranglah di negeri Margaasih lagi supaya itu nampak ilmiah dihadap orang banyak.

TAMMAT

Kamis, 07 April 2016

اڠين ڤوجاان هوجن

داتڠ داري ميمڤي سمالم
بولن بوندر
برمنديكن سججتا چهايا
د لاڠيت يڠ مىره
رانوم سڤرتي اڠݢور
وجهمو ممبواي ميمڤيكو...

سڠ ڤوجاان تق جوڬ داتڠ
اڠين برهمبوس برچابڠ
ريندوكو بربواه لارا
او... لارا

Minggu, 03 April 2016

Surat Perintah Farisiyah

SURAT PERINTAH KEADAAN DARURAT

No. 001/FRSY/SDC/SITOSOL
RAHASIA SAAT TOD
JANGAN DIBACA SAAT KHATIB NAIK MIMBAR

Sehubungan dengan diadakannya UN oleh bapak menteri Republik Indonesia, maka seluruh kegiatan Pemerintahan Pelarian Kesultanan Farisiyah di SMA Negeri 2 Cimahi dihentikan sementara supaya pelaksanaan UN tidak terganggu oleh kegiatan politik luar negeri.

Direncanakan setelah dilaksanakan UN, Kesultanan Farisiyah akan melakukan ekspansi secara seporadis tanpa batasan geografis ke seluruh dunia selama itu planet bumi dan mars. Dengan demikian sampai akhir libur lebaran Farisiyah akan melakukan ekspansi ke Perguruan Tinggi.

Rencana ekspansi (RE) akan diketahui setelah pengumuman SNMPTN dan SBMPTN dan diperintahkan untuk melaporkan Hasil Ekspansi (LHE) maksimal setahun setelah pengumuman SNMPTN dan SBMPTN.

Diharapakan selama periode ekspansi agar tetap melakukan silaturahmi dan komunikasi secara rutin dan mengadakan tanding futsal secara berkala untuk menunjukkan eksistensi Kesultanan Farisiyah di matanya bumi.

Sekian, 3 April 2016 M waktu bumi


PROKLAMATOR

Quotes 11

1. Hari itu aku membuka instagram
Maka kubuka akun yang tersayang
Habis itu kumenangis agak tertahan
Kuotaku sisanya tinggal delapan

Mega

2. Kapan kamu ingin boker itulah kapan kalian mau ujian

3. Sungguh zaman sekarang panjang dan pendek itu relatif. Libur 2 hari itu pendek, libur 3 hari jadilah libur panjang.

4. Padi gagal panen di sini tidak akan berpengaruh padaku, sebab aku pakai beras thailand.

5. Sungguh.. Qowm Alay dari fesbuk sudah berpindah semuanya ke instagram. Dan foto udud murah tersebar dimana mana. Padahal instagram itu punyanya fesbuk juga.

6. Mereka berkata ada tempat makan bagus di Bandung Utara yang bagus dipakai untuk foto, maka aku juga merekomendasikan RM Muaro Talang yang bagus untuk makan. Bisa nambah nasi dan sambal gratis.

7. Bangunlah wahai orang yang suka menghina kaum alay waktu zaman fesbuk dulu! Kuperintahkan kamu buka galeri kamera kalian masing masing!

8. Tujuanku masuk di PTN bagus itu ialah supaya nanti saat aku jadi mahasiswa aku akan buat seminar seminar berbayar terkhusus untuk anak SMA yang ingin kuliah, tiket masuknya cukup sepuluh ribu.


Rabu, 09 Maret 2016

Sari Gelin

Sari Gelin
Kupikir ini tadinya Sari roti, kemudian dinyanyikan bersama sama oleh orang arab di sana. Mungkin bahasa arabnya roti itu gelin, tapi rasanya hurup g itu ga ada. Ngga, ini aku nemunya di iranian music, harusnya bukan bahasa arab. Kalian ketipu ya? Tapi baleg, lagu ini ditulis pakai huruf hijaiyah bagi orang yang mau menulisnya demikian dan aku nggak.

Sari Gelin
Lagu ini dibuat jadi sedih sedihan sama Kang Husen, tapi ini Husen Alizadeh bukan yang anak Unbraw. Hanya saja aku tidak sedih, karena mereka nyanyinya ga jelas, apalagi menggunakan bahasa indonesia yang baik lagi benar. Kedengerannya cuman semacam Nehi Mamah Mamah... sari gelin.. semata. Sebetulnya aku hanya terpekur saat Kang Husen main suling saja, rasanya tidak seperti yang di kelip sunda dan rekorder pas upacara.

Sari Gelin
Karena lagu itu terasa menyedihkan, maka aku cari segera di wikipedia selama dia itu ada, dan selama kuota ini ada. Alhamdulillah, tidak nyasar ke Sari Roti, sebab aku malas bacanya karena Sari Roti itu baiknya dimakan. Sesungguhnya Sari Gelin adalah judul lagu khas daerah, akan tetapi ia bukan dari daerah maluku. Lagu yang cuman tujuh menit saja ini diaku aku empat negara, lalu aku berpikir jangan jangan ini terjemahan dari Rasa Sayange.

Sari Gelin.
Wikipedia telah berkata, Sari Gelin ialah lagu khas daerah, dan liriknya ialah khusushon untuk menggalau. Dan aufar telah berkata, dengan haqqul yaqin, sesungguhnya lagu ini walaupun galau tidaklah dapat dipakai oleh teman temannya saat makan sarapan. Baiknya kamu segera buka wikipedia dan carilah Sari Gelin

Sari Gelin.
Sari artinya gadis bule berambut pirang, Gelin artinya orang asing sebagaimana orang cimahi menyebut orang dayak. Ditulis tidak memakai not balok, akan tetapi dengan bayati, dan bayati ini bukan langgam mengaji yang kamu pakai tahsin quran. Sungguh jika kamu mencarinya di wikipedia kamu tidak akan mengerti liriknya.. Dan tiap negeri itu semua beda cerita Sari Gelin

Sari Gelin, Aku akan kenalkan kalian kepadanya supaya kalian punya khayalan. Anggaplah aku ini orang turki yang ganteng seperti King Suleyman atau Al Fatih.
***
Sari Gelin, awewe geulis pujaan hati.
Sari Gelin, kamu jangkung sekali, ingin sekali aku jadi jangkung -maaf, yang dibelakang koma cuman tambahan-
Sari Gelin, kamu rambutnya pirang kayak orang bule. Tapi ternyata kamu memang orang bule, aku juga.
Sari Gelin, aku lamar kamu ajalah. Lagian kita sudah sempat pdkt-an sambil nyumput nyumput biar tidak ketahuan aparat.
Sari Gelin, aku tahu kamu orang Armenia kan? Kristen? Iya, aku tahu. Aku lamar kamu, gapapalah orang Islam mah aku kan laki.
Sari Gelin, aduh sialan nyokap sama nenekmu itu. Aku diusir, koplak tuh nenekmu. Pakai bilang 'bantu kami dewa..' padahal ini kan bukan sinetron.
Sari Gelin, aduh kok kamu nyerah sama nenek dan nyokapmu itu? Ayolah neng, tolaak aja itu cowo!
Sari Gelin, Apa! Kamu nikah sama cowo pilihan nenekmu itu? Bantu hambamu Ya Allah..
Ya Allah, sing indungna jeung ninina paeh sagancang gancangna.
***
Begitulah lirik yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, lalu aku terjemahkan paksa ke bahasa yang aku pahami. Mungkin kamu kira lagu macam apa ini, maka akan kujawab ini lagu galau akut. Sebab itu gadis sudah nikah, bukan pacaran lagi. Ah, jangan tanya aku siapa itu yang mengarang aslinya, jika kau bertanya maka aku akan jawab "Bantu Kami Google.."

Sari Gelin, maaf kalau kau merasa diolo olo di sini. Maafkan kalau ini dibaca orang. Biarlah ini hanya sebagai info buat qowm yang bergalau, apalagi punya gebetan beda agama. Biarlah kalian anggap ini bacaan lawak belaka, mungkin kalau yang merasa akan terasa. Tapi aku berpikir, gebetan yang kalian maksud bukan Sari Gelin.


*supaya terasa, harap bisa dicari lagunya Sari Gelin Hossein Alizadeh, atau yang Sami Yusuf. Bilamana kalian tidak tahu Sami Yusuf, sungguh kalian tidak pernah buka MQTV dan MQFM

Sabtu, 05 Maret 2016

Reinkarnasi Sampah

Sering dengar dari film film india dan cina pasal reinkarnasi. Yoi, perpindahan nyawa dari satu makhluk ke makhkuk lain. Bisa dari manusia ke manusia lain, bisa dari embee ke manusia atau sebaliknya. Ya bolak balik ajalah. 
Hukum Reinkarnasi I : Jumlah nyawa ialah kekal

Karena pada asalnya jumlah nyawa itu kekal, dan masing masing nyawa muter² keluar masuk jasad. Mereka semua walaupun poho semua pengalamannya di kehidupan sebelumnya, aslinya adalah akibat dari kelakuan masa lalunya. Misal si Aceng suka makan nasi sembarangan, di kehidupan selanjutnya dia menjadi ayamnya Pa Seceng. Jujur aja, belom pernah ada pembuktian yang valid, dan kita ga tau sistem penilaian macam apa yang mereka pake buat naro kita.

Hukum Reinkarnasi II : Setiap jiwa akan berganti ganti memasuki jasad.

Walaupun ini keliatannya gitu gitu aja, ga ada endingnya dan ga seru karena ga ada sidang LPJ dan eksekusi masuk surga neraka, sebetulnya mereka yang meyakini konsep reinkarnasi ini yakin akan ada endingnya. Lha kok bisa?

Kalau di budha, kita harus bener² tercerahkan supaya gak muter muter gonta ganti jasad. Kalau di ajaran lain malah dibilangnya ga ada tamatnya. Kelakuan kita langsung dibalas di kehidupan berikutnya.

***

Tapi aku mau nanya, konsep kekekalan jumlah nyawa kayaknya udah ga jelas amat. Begini, makin kesini jumlah makhluk hidup tambah banyak terus. Andaikan jumlah nyawa tidak bertambah maka darimana lagi itu makhluk dapet nyawa?. Anggaplah jumlah makluk hidup tahun 1 ialah 10 sedang jumlah nyawanya juga 10, tahun depan makhluk hidup banyak kawin dan punya anak 10 lagi, jadi totalnya 20. Terus itu nyawanya darimana?

Harusnya jumlah nyawa meningkat terus sesuai jumlah populasi. Pokonya pihak yang produksi nyawa ga boleh lepas pengamatan dari jumlah populasi, soalnya kalau hilap bisa fatal. Ga pernah ada kejadian makhluk hidup tak bernyawa.

Untuk itu maka saya mengusulkan hukum I reinkarnasi diubah menjadi 'bertambah sesuai populasi'. Cuman lama lama juga kepikiran, ngapain itu nyawa dikocok kocok padahal bisa bikin yang baru lagi. Kayak teh botol sosro yang teh nya udah diubah jadi air pipis terus diminumin lagi, padahal itu teh botol masih produksi. Ah ga mungkin lah pihak produsen nyawa sebego itu.

Di film Uttaran yang terpaksa kutonton tadi, ada adegan hulahula bilang bahwa cucunya itu ialah reinkarnasi dari anaknya. Reinkarnasi anaknya? Enak bener dia bilang gitu. Tapi di India sih sah sah aja, siapa yang menentang klaim macam begitu?. Padahal siapa tahu itu cucunya hulahula ialah reinkarnasi daripada pohon toge yang mati muda atau bakteri yang kena antibiotik di ususnya tetangga saat minum Yakult.

Quote : Andaikan kalian percaya akan direinkarnasi, harap kirim surat ke developer alam sana supaya masuk ke nyawa orang baik baik. Kasihan ibu bapamu

Senin, 15 Februari 2016

Maksiat Parsial

"Daripada masuk sumur mendingan masuk comberan!"

Quotes macam apa yang tadi? Emang ada yang ngikutin kaya begituan? Ah ini mah yang bikin rada nyelonong otaknya ah.. Tapi kenapa quote macam begini bisa ada sih?

Jawabnya adalah sebenarnya quote ini sudah membumi di khalayak remaja di negeri Indonesia ini. Lha kok bisa? Coba bisa dipikirkan sendiri dulu, coba dipahami kata katanya yang sok konotatif itu. Udah ketemu belum wahai para ceeskuh?

Sekedar info, saya sendiri baru ngeh ada quote itu saat ga sengaja baca lirik Qasidah Burdah waktu nyasar ke internet antah berantah. Pada tau qasidah kan? Yang suka ibu ibu nyanyiin di pengajian. Qasidah Burdah yang Bab 2 : Peringatan Tentang Bahaya Hawa Nafsu

"Jangan kau berharap
Dapat mematahkan hawa nafsu dengan maksiat"

Sekilas kayak ga mungkin kita bakal menghalau nafsu yang lagi gede dengan maksiat kan? Tapi mangga coba dipikirkan lagi, sambil lihat lihat pemandangam disekitar sana, siapa tau kamu dapat jawaban yang beda lagi dengan pikiran kamu sebelumnya.

Lihatlah ke jalan raya dimana ada teteh teteh yang celananya itu merecet semerecet-merecetnya, sampe kamu jadi fokus ke sana, akan tetapi saat kamu lihat ke atasnya malah di dikurudungan dengan model standar. Atau kamu lihat ke kelas dimana itu tempat belajar malah dipakai bobogohan dan nyari wifi semata.

Coba tanya sama teteh teteh itu, kenapa atuh kalau pake kerudung tapi celananya masih merecet begitu? Masih ada kemungkinan sang teteh langsung mengusir kamu karena disangka mau modusin dia. Tapi anggaplah dia mau jawab serta kooperatif dan menjawab, "Yah, daripada ga dikurudungan", ko jawabannya penulis pilih gitu? Coba kamu pikirkan kemungkinan dia mau jawab apa lagi?

Yah daripada, kata itu biasanya dan ga ada alternatif lain kalau para pelakunya mau jawab. Kamu bisa uji ini saat ada peserta ujian yang nyontek sebagian, "Daripada nyontek semuanya," atau sama dua pasangan yang lagi bobogohan ,"Yah, daripada grepe," atau sama dua pasangan yang bobogohan dan ada kontak fisik sedikit, "Mendinglah daripada zinah beneran." Yah daripada, jawaban popular kalau ada yang lagi maksiat parsial, parsial ya bukan total.

"Daripada masuk sumur mendingan masuk comberan!"

Mulai berasa gak quote yang diatas tadi? Coba bisa dipikirin lagi gimana quote yang rasanya rada ngaco ini bisa jadi semacam konsensus dari remaja jaman kiwari. Apakah kamu jadi bingung wahai para ceeskuh yang semoga dirahmati Allah? Sesuatu yang mahiwal biasanya dirilis oleh kaum orang orang yang memang mahiwal. Tapi masalahnya orang yang mahiwal ini udah jadi banyak euy, jadi terasa tidak mahiwal lagi.

Kayanya jaman sekarang butuh upaya memahiwalkan perilaku macam maksiat parsial. Kenapa? Tadi kan udah disebut karena maksiat parsial sudah tidak mahiwal lagi padahal quote yang "Daripada masuk sumur mendingan masuk comberan!" masih berasa mahiwal pisan.

Hayo usaha!