SURAT PERINTAH KEADAAN DARURAT
No. 001/FRSY/SDC/SITOSOL
RAHASIA SAAT TOD
JANGAN DIBACA SAAT KHATIB NAIK MIMBAR
Sehubungan dengan diadakannya UN oleh bapak menteri Republik Indonesia, maka seluruh kegiatan Pemerintahan Pelarian Kesultanan Farisiyah di SMA Negeri 2 Cimahi dihentikan sementara supaya pelaksanaan UN tidak terganggu oleh kegiatan politik luar negeri.
Direncanakan setelah dilaksanakan UN, Kesultanan Farisiyah akan melakukan ekspansi secara seporadis tanpa batasan geografis ke seluruh dunia selama itu planet bumi dan mars. Dengan demikian sampai akhir libur lebaran Farisiyah akan melakukan ekspansi ke Perguruan Tinggi.
Rencana ekspansi (RE) akan diketahui setelah pengumuman SNMPTN dan SBMPTN dan diperintahkan untuk melaporkan Hasil Ekspansi (LHE) maksimal setahun setelah pengumuman SNMPTN dan SBMPTN.
Diharapakan selama periode ekspansi agar tetap melakukan silaturahmi dan komunikasi secara rutin dan mengadakan tanding futsal secara berkala untuk menunjukkan eksistensi Kesultanan Farisiyah di matanya bumi.
Sekian, 3 April 2016 M waktu bumi
PROKLAMATOR
1. Hari itu aku membuka instagram
Maka kubuka akun yang tersayang
Habis itu kumenangis agak tertahan
Kuotaku sisanya tinggal delapan
Mega
2. Kapan kamu ingin boker itulah kapan kalian mau ujian
3. Sungguh zaman sekarang panjang dan pendek itu relatif. Libur 2 hari itu pendek, libur 3 hari jadilah libur panjang.
4. Padi gagal panen di sini tidak akan berpengaruh padaku, sebab aku pakai beras thailand.
5. Sungguh.. Qowm Alay dari fesbuk sudah berpindah semuanya ke instagram. Dan foto udud murah tersebar dimana mana. Padahal instagram itu punyanya fesbuk juga.
6. Mereka berkata ada tempat makan bagus di Bandung Utara yang bagus dipakai untuk foto, maka aku juga merekomendasikan RM Muaro Talang yang bagus untuk makan. Bisa nambah nasi dan sambal gratis.
7. Bangunlah wahai orang yang suka menghina kaum alay waktu zaman fesbuk dulu! Kuperintahkan kamu buka galeri kamera kalian masing masing!
8. Tujuanku masuk di PTN bagus itu ialah supaya nanti saat aku jadi mahasiswa aku akan buat seminar seminar berbayar terkhusus untuk anak SMA yang ingin kuliah, tiket masuknya cukup sepuluh ribu.
Kupikir ini tadinya Sari roti, kemudian dinyanyikan bersama sama oleh orang arab di sana. Mungkin bahasa arabnya roti itu gelin, tapi rasanya hurup g itu ga ada. Ngga, ini aku nemunya di iranian music, harusnya bukan bahasa arab. Kalian ketipu ya? Tapi baleg, lagu ini ditulis pakai huruf hijaiyah bagi orang yang mau menulisnya demikian dan aku nggak.
Sari Gelin
Lagu ini dibuat jadi sedih sedihan sama Kang Husen, tapi ini Husen Alizadeh bukan yang anak Unbraw. Hanya saja aku tidak sedih, karena mereka nyanyinya ga jelas, apalagi menggunakan bahasa indonesia yang baik lagi benar. Kedengerannya cuman semacam Nehi Mamah Mamah... sari gelin.. semata. Sebetulnya aku hanya terpekur saat Kang Husen main suling saja, rasanya tidak seperti yang di kelip sunda dan rekorder pas upacara.
Sari Gelin
Karena lagu itu terasa menyedihkan, maka aku cari segera di wikipedia selama dia itu ada, dan selama kuota ini ada. Alhamdulillah, tidak nyasar ke Sari Roti, sebab aku malas bacanya karena Sari Roti itu baiknya dimakan. Sesungguhnya Sari Gelin adalah judul lagu khas daerah, akan tetapi ia bukan dari daerah maluku. Lagu yang cuman tujuh menit saja ini diaku aku empat negara, lalu aku berpikir jangan jangan ini terjemahan dari Rasa Sayange.
Sari Gelin.
Wikipedia telah berkata, Sari Gelin ialah lagu khas daerah, dan liriknya ialah khusushon untuk menggalau. Dan aufar telah berkata, dengan haqqul yaqin, sesungguhnya lagu ini walaupun galau tidaklah dapat dipakai oleh teman temannya saat makan sarapan. Baiknya kamu segera buka wikipedia dan carilah Sari Gelin
Sari Gelin.
Sari artinya gadis bule berambut pirang, Gelin artinya orang asing sebagaimana orang cimahi menyebut orang dayak. Ditulis tidak memakai not balok, akan tetapi dengan bayati, dan bayati ini bukan langgam mengaji yang kamu pakai tahsin quran. Sungguh jika kamu mencarinya di wikipedia kamu tidak akan mengerti liriknya.. Dan tiap negeri itu semua beda cerita Sari Gelin
Sari Gelin, Aku akan kenalkan kalian kepadanya supaya kalian punya khayalan. Anggaplah aku ini orang turki yang ganteng seperti King Suleyman atau Al Fatih.
***
Sari Gelin, awewe geulis pujaan hati.
Sari Gelin, kamu jangkung sekali, ingin sekali aku jadi jangkung -maaf, yang dibelakang koma cuman tambahan-
Sari Gelin, kamu rambutnya pirang kayak orang bule. Tapi ternyata kamu memang orang bule, aku juga.
Sari Gelin, aku lamar kamu ajalah. Lagian kita sudah sempat pdkt-an sambil nyumput nyumput biar tidak ketahuan aparat.
Sari Gelin, aku tahu kamu orang Armenia kan? Kristen? Iya, aku tahu. Aku lamar kamu, gapapalah orang Islam mah aku kan laki.
Sari Gelin, aduh sialan nyokap sama nenekmu itu. Aku diusir, koplak tuh nenekmu. Pakai bilang 'bantu kami dewa..' padahal ini kan bukan sinetron.
Sari Gelin, aduh kok kamu nyerah sama nenek dan nyokapmu itu? Ayolah neng, tolaak aja itu cowo!
Sari Gelin, Apa! Kamu nikah sama cowo pilihan nenekmu itu? Bantu hambamu Ya Allah..
Ya Allah, sing indungna jeung ninina paeh sagancang gancangna.
***
Begitulah lirik yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, lalu aku terjemahkan paksa ke bahasa yang aku pahami. Mungkin kamu kira lagu macam apa ini, maka akan kujawab ini lagu galau akut. Sebab itu gadis sudah nikah, bukan pacaran lagi. Ah, jangan tanya aku siapa itu yang mengarang aslinya, jika kau bertanya maka aku akan jawab "Bantu Kami Google.."
Sari Gelin, maaf kalau kau merasa diolo olo di sini. Maafkan kalau ini dibaca orang. Biarlah ini hanya sebagai info buat qowm yang bergalau, apalagi punya gebetan beda agama. Biarlah kalian anggap ini bacaan lawak belaka, mungkin kalau yang merasa akan terasa. Tapi aku berpikir, gebetan yang kalian maksud bukan Sari Gelin.
*supaya terasa, harap bisa dicari lagunya Sari Gelin Hossein Alizadeh, atau yang Sami Yusuf. Bilamana kalian tidak tahu Sami Yusuf, sungguh kalian tidak pernah buka MQTV dan MQFM
Hukum Reinkarnasi I : Jumlah nyawa ialah kekal
Karena pada asalnya jumlah nyawa itu kekal, dan masing masing nyawa muter² keluar masuk jasad. Mereka semua walaupun poho semua pengalamannya di kehidupan sebelumnya, aslinya adalah akibat dari kelakuan masa lalunya. Misal si Aceng suka makan nasi sembarangan, di kehidupan selanjutnya dia menjadi ayamnya Pa Seceng. Jujur aja, belom pernah ada pembuktian yang valid, dan kita ga tau sistem penilaian macam apa yang mereka pake buat naro kita.
Hukum Reinkarnasi II : Setiap jiwa akan berganti ganti memasuki jasad.
Walaupun ini keliatannya gitu gitu aja, ga ada endingnya dan ga seru karena ga ada sidang LPJ dan eksekusi masuk surga neraka, sebetulnya mereka yang meyakini konsep reinkarnasi ini yakin akan ada endingnya. Lha kok bisa?
Kalau di budha, kita harus bener² tercerahkan supaya gak muter muter gonta ganti jasad. Kalau di ajaran lain malah dibilangnya ga ada tamatnya. Kelakuan kita langsung dibalas di kehidupan berikutnya.
***
Tapi aku mau nanya, konsep kekekalan jumlah nyawa kayaknya udah ga jelas amat. Begini, makin kesini jumlah makhluk hidup tambah banyak terus. Andaikan jumlah nyawa tidak bertambah maka darimana lagi itu makhluk dapet nyawa?. Anggaplah jumlah makluk hidup tahun 1 ialah 10 sedang jumlah nyawanya juga 10, tahun depan makhluk hidup banyak kawin dan punya anak 10 lagi, jadi totalnya 20. Terus itu nyawanya darimana?
Harusnya jumlah nyawa meningkat terus sesuai jumlah populasi. Pokonya pihak yang produksi nyawa ga boleh lepas pengamatan dari jumlah populasi, soalnya kalau hilap bisa fatal. Ga pernah ada kejadian makhluk hidup tak bernyawa.
Untuk itu maka saya mengusulkan hukum I reinkarnasi diubah menjadi 'bertambah sesuai populasi'. Cuman lama lama juga kepikiran, ngapain itu nyawa dikocok kocok padahal bisa bikin yang baru lagi. Kayak teh botol sosro yang teh nya udah diubah jadi air pipis terus diminumin lagi, padahal itu teh botol masih produksi. Ah ga mungkin lah pihak produsen nyawa sebego itu.
Di film Uttaran yang terpaksa kutonton tadi, ada adegan hulahula bilang bahwa cucunya itu ialah reinkarnasi dari anaknya. Reinkarnasi anaknya? Enak bener dia bilang gitu. Tapi di India sih sah sah aja, siapa yang menentang klaim macam begitu?. Padahal siapa tahu itu cucunya hulahula ialah reinkarnasi daripada pohon toge yang mati muda atau bakteri yang kena antibiotik di ususnya tetangga saat minum Yakult.
Quote : Andaikan kalian percaya akan direinkarnasi, harap kirim surat ke developer alam sana supaya masuk ke nyawa orang baik baik. Kasihan ibu bapamu
"Daripada masuk sumur mendingan masuk comberan!"
Quotes macam apa yang tadi? Emang ada yang ngikutin kaya begituan? Ah ini mah yang bikin rada nyelonong otaknya ah.. Tapi kenapa quote macam begini bisa ada sih?
Jawabnya adalah sebenarnya quote ini sudah membumi di khalayak remaja di negeri Indonesia ini. Lha kok bisa? Coba bisa dipikirkan sendiri dulu, coba dipahami kata katanya yang sok konotatif itu. Udah ketemu belum wahai para ceeskuh?
Sekedar info, saya sendiri baru ngeh ada quote itu saat ga sengaja baca lirik Qasidah Burdah waktu nyasar ke internet antah berantah. Pada tau qasidah kan? Yang suka ibu ibu nyanyiin di pengajian. Qasidah Burdah yang Bab 2 : Peringatan Tentang Bahaya Hawa Nafsu
"Jangan kau berharap
Dapat mematahkan hawa nafsu dengan maksiat"
Sekilas kayak ga mungkin kita bakal menghalau nafsu yang lagi gede dengan maksiat kan? Tapi mangga coba dipikirkan lagi, sambil lihat lihat pemandangam disekitar sana, siapa tau kamu dapat jawaban yang beda lagi dengan pikiran kamu sebelumnya.
Lihatlah ke jalan raya dimana ada teteh teteh yang celananya itu merecet semerecet-merecetnya, sampe kamu jadi fokus ke sana, akan tetapi saat kamu lihat ke atasnya malah di dikurudungan dengan model standar. Atau kamu lihat ke kelas dimana itu tempat belajar malah dipakai bobogohan dan nyari wifi semata.
Coba tanya sama teteh teteh itu, kenapa atuh kalau pake kerudung tapi celananya masih merecet begitu? Masih ada kemungkinan sang teteh langsung mengusir kamu karena disangka mau modusin dia. Tapi anggaplah dia mau jawab serta kooperatif dan menjawab, "Yah, daripada ga dikurudungan", ko jawabannya penulis pilih gitu? Coba kamu pikirkan kemungkinan dia mau jawab apa lagi?
Yah daripada, kata itu biasanya dan ga ada alternatif lain kalau para pelakunya mau jawab. Kamu bisa uji ini saat ada peserta ujian yang nyontek sebagian, "Daripada nyontek semuanya," atau sama dua pasangan yang lagi bobogohan ,"Yah, daripada grepe," atau sama dua pasangan yang bobogohan dan ada kontak fisik sedikit, "Mendinglah daripada zinah beneran." Yah daripada, jawaban popular kalau ada yang lagi maksiat parsial, parsial ya bukan total.
"Daripada masuk sumur mendingan masuk comberan!"
Mulai berasa gak quote yang diatas tadi? Coba bisa dipikirin lagi gimana quote yang rasanya rada ngaco ini bisa jadi semacam konsensus dari remaja jaman kiwari. Apakah kamu jadi bingung wahai para ceeskuh yang semoga dirahmati Allah? Sesuatu yang mahiwal biasanya dirilis oleh kaum orang orang yang memang mahiwal. Tapi masalahnya orang yang mahiwal ini udah jadi banyak euy, jadi terasa tidak mahiwal lagi.
Kayanya jaman sekarang butuh upaya memahiwalkan perilaku macam maksiat parsial. Kenapa? Tadi kan udah disebut karena maksiat parsial sudah tidak mahiwal lagi padahal quote yang "Daripada masuk sumur mendingan masuk comberan!" masih berasa mahiwal pisan.
Hayo usaha!
Kanakian sang Alimulhadi itu diusirkan dari rumah Juragan Mbah Cukup beserta pembantunya, sampailah mereka yang ada berdua itu kepada Masjid Raya Farisiyah. Hari itu ialah hari Jumat, masih pagi lagi iaitu jam setengah sepuluh sahaja. Maka Alimulhadi dan pembantu Mbah Cukup berdiamlah mereka di pinggiran masjid, sambil ia itu cendol dibelikannya ia supaya tiada ada rasa haus.
Siang hari maka jadilah hari itu jam sebelas siang, maka diramaikan oranglah masjid itu. Tampaklah kepada orang orang itu Alimulhadi masih meminum cendol yang sudah menjadi hangat. "Wahai Alimulhadi! Telah tersohor kemasyhuran tuan dimana mana, mengapa pula tuan begitu bersusah dalam minum cendol?," Maka jawab Alimulhadi, "Hamba ialah musafir, musafir itu mestilah tampak bersusah". "Ya sudahlah".
Arkian maka datanglah Imam Besar Tio hendak menghampirkan Alimulhadi yang masih makan cendol. "Wahay Alimulhadi, baiknya tuan saja yang berkhutbah hari ini! Sebab aku ini sedang kelupaan". Maka jawab Alimulhadi,"Baiklah jika begitu maksud Imam". Padahal Imam Tio itu hendak melakulan siasat hendak menguji keahlian daripada Alimulhadi dihadap orang nan banyak.
Maka berkhutbahlah Alimulhadi pada hari itu. Khutbah itu ialah sesudah azan, sebab jika sebelum azan itulah yang salah maka macam mana kau ini?. Berkhutbahlah Alimulhadi selama duapuluh menit sahaja, maka orang orang itu terherankan oleh Alimulhadi, sebab mereka itu dibiasakan mendengar ceramah hanya tujuh menit sahaja iaitu Kultum. Lepas khutbah maka mereka semua salat Jumat semuanya tiada yang tidak kecuali bukan mereka karena merekalah yang ikutkan salat Jumat, apatah engkau faham?.
Arkian limpa ruahlah orang nan banyak hendak keluar daripada masjid, maka rusuhlah jadinya di depan sana. Tertampaklah hal itu semua kepada Alimulhadi, maka bertanyalah ia kepada pembantu. "Wahai engkau siapa aku belum tahulah namamu?," maka dijawab itu oleh pembantu,"Nama saya Fansur." "Wahai engkau yang bernama Fansur! Apa itu yang dipeributkan orang yang disana?" Maka dijawablah oleh Fansur, "Mereka itu tertukar sandalnya."
Pergilah Alimulhadi kepada orang yang begaduh itu ditemankan oleh Fansur.
Berkatalah Alimulhadi, "Apa hal kalian begaduh pasal sandal sahaja?" Maka jawab orang pertama, "Sandal hamba ialah mirip dan serupa mereknya dengan ia". Lalu berkatalah orang yang kedua "Kami ini mendebat sandal yang tertukan". Maka jawablah Alimulhadi, "Pasal itu sudahlah biasa di masjid dimana saja, pergilah saja kalian dengan sandal yang sekarang!". Diikutkannyalah perintah Alimulhadi, arkian orang yang pertama itu pergi pulang dengan berjalan kaki, sedang orang kedua itu dengan sepeda bmx.
Habislah jumat yang siang itu, maka Alimulhadi pulanglah ia ke rumah Fansur sebab ia sudah ditawari. Jikalau ia pergi ke rumah Juragan Mbah Cukup mestilah ia diusirkan lagi. Rumah Fansur itu ialah di dalam gang yang kecilnya itu sepadan dengan lebar jalan Haji Ghafur yang dekat Cisarua, jika kamu tahu. Rumah Fansur itu ialah rumah yang biasa sahaja, akan tetapi ia itu mendapatkan subsidi listrik dan wifi dari Farisiyah sebab Yang Mulia Sultan Faris diselamatkan ialah pada hari ketimpaan piring keramik di dalam Istana Negara. Pada hari itu dilewatkan Fansurlah jalan depan Istana Negara, sedang Yang Mulia Sultan berjalan lagi.
Maka penukil hikayat ini menyudahkan flesbeknya. Demikianlah Alimulhadi akhir pula di rumah Fansur, sampai d hari gelap itu menjadi maghrib. Pergi sang Alimulhadi bersama Fansur hendak menuju ke masjid yang agung yang namanya Masjid Agung. Hendak salatlah mereka berdua, maka dilewatkan orang berdualah yang masih begaduh pasal sandal yang tertukarkan. Berkata Alimulhadilah, "Mari hamba lihatkan pasal sandal kamu sekalian!." Maka diturutkannyalah perkataan Alimulhadi itu tiada pula bertanya.
Sandal itu ternampaklah ia di mata Alimulhadi, adapun dua orang tadi itu hanya membeli cimol yang tiada dijaga, sebab penjaganya itu sedang mengambil air wudu. Hatta sandal itu diperhatikan oleh Alimulhadi sedemikian saksamanya, dipanggi Alimulhadilah orang berdua tadi yang makan cimol lagi, "Hai kalian berdua cepatlah! Marilah kita salat dulu , arkian kita bahas pasal sandal itu bilamana makan cimol bersama." Diturutkannyalah Alimulhadi oleh orang berdua itu seperti biasa.
Hatta salat maghrib itu selesai, berkumpullah mereka di pinggiran masjid sambil makan cimol. Mereka itu ialah penasaran lagi perkara sandal yang tertukar. Berkatalah Alimulhadi, "Sandal yang di kanan itu ialah sandal orang yang pertama, sedang yang lain berkebalikan jua." Maka diberikan Alimulhadilah sandal itu pada fihak yang benar dan sahih. Berkata oranglah, "Macam mana hal itu bisa benar?", maka jawab Alimulhadi, "Sesungguhnya sandal yang di kanan itu tipis bahagian belakangnya maka itu ialah milik orang yang pertama sebab ia itu bila hendak melangkah pastilah bergesek itu bahagian sandal yang belakang dengan jalan. Sedang orang yang kedua itu mestilah dapat sandal yang kiri iaitu yang tipis depannya, sebab apabila ia hendak melambatkan sepeda mestilah dengan kaki dan sandal yang bahagian depan itu mestilah menjadi tipis sebab ia bergesekan dengan roda." Dan terkagumlah orang dibuat Alimulhadi, demikian jua Imam Besar Tio yang ikut melihat.
Maka menjadi makin masyhurlah nama daripada Alimulhadi di negeri Farisiyah.
Tammat
1. Berterimakasihlah pada Dia yang membiarkan kita membagi cintanya pada wanita, tapi..
2. Oh Syekel, kau hilang seribu tahun, dan namamu tertulis dalam kitab rabimu. Oh Dinar, kau hilang barusan dan aktivismu muncul lagi seribu. Oh Rupiah, aktivitasmu kian lesu, sedang para pahlawan itu harus bersatu melawan piramida bermata satu.
3. Rasanya banyak freemason dan komunis yang mati di penjara Poncol, tapi rasanya belum sempat ada kerasukan di sana. Mungkin hantu komunis takut dengan TNI.
4. Dan hari itu kami bersembilan pergi bersilaturahmi ke rumahnya Kak Sena jam duabelas siang dengan mobilnya Andino. Lalu dia berkata, "Kok kalian bisa disini?," Maka jawab kami, "Hari itu hari kosong." Lalu kami beli keripik.
5. Tahukah kamu, cukai hp lebih murah dari cukai udud?. Apakah ini politik dumping supaya kita ekspor udud? Jangan tanya aku dan si Jojo.
6. Rasanya lebih baik surat suratan daripada chatting chattingan dengannya, karena aku tahu dia akan baca sampai tamat karena ia jarang dapat surat.
7. Ketika iklan udud itu tayang, maka tanyaku,"Dimanakah mereka ini bikinnya?"
1. Andai nilai ulangan itu menentukan saat hari kiamat nanti, pastilah aku masuk neraka.
2. Apakah bakat anak SMA itu hanya sekedar menyanyi dan menari kah?
3. Maka janganlah kamu menjadi sombong karena mau lulus.
4. Manusia itu jalannya sudah gelap saja, tapi aku tidak mau.
5. Telah tertutup sudah pintu pintu bagi komputer yang sudah lama.
6. Buat apa susah susah, mending sewa orang aja.
Hape tanpa internet ialah macam orang hilang hati, dia benar tiada punya perasaan. Maka hp itu ga bisa menampilkan obrolan dengan dia, jadilah kamu bergalau sebab disangka kau tidak diwaro, atau mungkin kalau kau sudah sadar maka kamu akan merutuk keras dan macam anak warnet kamu banting itu kau punya hp. Jadi baiknya semoga kamu tidak sadar internetnya mati..
Agaknya kamu harus tahu, hp para leluhur kita yang sangatlah lama itu tidak ada internet di situ, sedangkan hp yang mutaakhir sekarang ini jua tidak ada internetnya, karena internet itu ialah hal yang ghaib dan nama dari hubungan. Sedang yang kau lihat di hp itu ialah konektivitas, jika kamu percaya.
Janganlah kamu terperdaya tulisan yang di awal itu, sehingga kamu jangan terperdaya oleh aku yang kasih itu judul. Baiknya kita ganti saja itu judul menjadi hp tanpa konektivitas. Maka kamu jadi tidak bingung lagi.
Lalu bagaimana jika hp tiada konektivitas?. Hape tanpa konektivitas ialah macam orang hilang hati, dia benar tiada punya perasaan. Maka hp itu ga bisa menampilkan obrolan dengan dia, jadilah kamu bergalau sebab disangka kau tidak diwaro, atau mungkin kalau kau sudah sadar maka kamu akan merutuk keras dan macam anak warnet kamu banting itu kau punya hp. Jadi baiknya semoga kamu tidak sadar konektivitasnya mati..
Fahamlah kau!
