Jangan terburu-buru mengharamkan sesuatu atas dasar, "Sesungguhnya itu <variabel> tidak ada dalam Islam!!" Demikian juga jangan cepat-cepat menghalalkan sesuatu karena, "Lha,gak ada kok <variabel> itu dalam Islam kok!". Ya contohnya, si babi.
ءۆرڠ ڢون داتڠ دن أكن كمبالي
چهايا چينتا ڢرلاهن مڽيلاوكن
كهيدوڢن كن جادي ساتو
د كهيدوڢن يڠ كدوا
أكن منجادي لبيه اينده
سيأڢكه يڠ داڢت ملكسانكن
سكارڠ برؤساه موُجُدكنڽچهايا چينتا ڢرلاهن مڽيلاوكن
ايتوله
ميمڢي كهيدوڢن كدوا
ميمڢي ايتو
داري مان داتڠڽ
جاوبڽ أد د
ؤجوڠ لاڠيت
كيتا كسان
دڠن سءۆرڠ أنك
أنك يڠ تامڢن جوڬا ڢمبراني
برتاروڠله
دْراڬۆن بالْلْ
دڠن سڬالا
كممڢوان يڠ أد
بيلا
كمبالي داري لاڠيت
سمۆڬا
هيدوڢ كن جادي لبيه بائك
A GENETIC STUDY OF MALE SEXUAL ORIENTATION: J. Michael Baley, PhD
"A large literature on animal sexual behavior suggest that mating and other sex dimorphic behaviors are subject to the influence of SEX STEROID HORMONES acting on the brain during PRENATAL and early postnatal development.
The sexual behavior of rodent can be altered by MANIPULATING the testosteron level during sexual DIFFERENTIATION of the brain. Penatallyy androgenized female monkeys play in a manner moe typical of the opposite sex, as do human homosexuals in childhood."
***
Dulu waktu aku baru masuk SMA ada psikotes wajib entah tujuannya apa. Saat pembagian hasil, kami semua heboh sedikit sama IQ dan heboh banyak sama Heteroseksualitas. Temanku ada yang Tinggi, Sangat Tinggi, ada juga yang sedang-sedang saja. Waktu itu aku dapet 'R', rendah bersama temanku si Galih Pasundan. Kelar bagi-bagi hasil psikotes, urang jeung si galih dibilang 'homo!'tapi buat guyon saja. Habis itu ya, sudah.
Kemudian naik ke kelas 12, ada psikotes lagi. Mari kita lihat berapa 'keseksualan' aku: 'S' sedang. Alhamdulillah ada peningkatan dari yang sebelumnya Homoseksual jadi Biseksual. Mungkin ini karena saat akhir semester satu itu aku tertarik sama seorang wanita yang bahkan sampai aku semester 2 kuliah masih tertarik.
Tapi yang kubingungkan sih, walaupun heteroseksualitasku kemaren masih 'R' dan 'S', aku bena-benar tidak tertarik sama lanang sama sekali. Demikian, kutarik kesimpulan Heteroseksualitas tidak ada hubungannya sama Homoseksualitas, menurutku.
Bebicara homoseksualitas, ia memanglah ada. Lanang suka sama lanang atau cewek suka sama cewek secara seksual, hal itu memang ada. Entah bagaimana asalmulanya -biologis, psikologis, sosial- homoseksualitas adalah kenyataan.
Tapi kenyataan bukanlah sebuah bentuk kenormalan. Dan kriteria menentukan keabnormalan sesuatu juga bisa berupa-rupa macamnya. Apakah homoseksualitas normal? Apakah ia tidak normal? Ujung-ujungnya itu gimana yang menentukan kriteria. Ambil sebuah contoh: Orang Indonesia kalau makan sering langsung pakai tangan, buat orang Belanda itu tidak normal. Atau contoh lain: Garis 'g' normal terhadap bidang xy, tapi garis 'h' yang miring sekian derajat dari garis 'g' adalah tidak normal terhadap bidang xy, tapi normal terhdap bidang W.
A: Kenyataan bahwa Homoseksualitas ada tidak menyatakan bahwa orientasi tersebut normal atau abnormal.
Mari kita jalan-jalan kepada ajaran Islam. Normalitas dari perspektif para ulama disebut sebagai keadaan hati yang sehat (al-qalb as-salīm). Di dalam karyanya Igāṡah al-Luhfān, Ibn al-Qayyim al-Jauzīyah merangkum pendapat para ulama mengenai karakteristik hati yang sehat, yakni hati yang selamat (salima) dari setiap keinginan (syahwah) yang bertentangan dengan perintah atau melanggar larangan Allah serta hati yang selamat dari keragu-raguan (syubhāt) yang bertentangan dengan kabar dari-Nya(dari: Ibnul Qayyim al-Jauziyah, Ighatsah al-Luhfan.
Pendeknya sih normal menurut islam adalah keadaan hati yang selamat dari syahwat dan syubhat yang bertentangan dengan perintah dan melanggar perintah/larangan Allah, sesuai fitrah manusia.Lalu apa itu syahwat? Al-Ragib al-Asfahānī di dalam al-Mufradāt fī Garīb al-Qur’ān menjelaskan bahwa syahwat adalah dorongan kuat terhadap jiwa agar meraih yang diinginkannya.Syahwat bisa bermacam-macam: harta, kedudukan, seks.
Seorang cowok ingin ena-ena, bersyahwat pada seorang wanita, apa ini normal? apa syahwat ini sesuai atau bertentangan dengan perintah Allah? Heteroseksualitas sebagai syahwat juga bisa menjadi tidak normal seperti zinah. Zinah sebagai salahsatu perilaku heteroseks dilarang Allah.Liwath, perilaku homoseks ena-ena sesama jenis juga ialah sesuatu yang dilarang.Ringkasnya perilaku-perilaku tadi tidak normal.
B: Ketidaknormalan perilaku homo/heteroseksualitas dalam islam ialah berdasarkan sesuainya dengan fitrah manusia.
Hukum Syariah hanya berkaitan dengan yang lahiriah saja. Belum pernah denger kan, orang dihukum gegara punya niat mau mabal kelas? Zinah, Nyolong, Liwath, semuanya itu perbuatan yang bisa diketahui secara lahiriah, ada prakteknya, dan itu semua bisa langsung dikenai hukum Syariah.
Apa yang ada dalam hati, seperti syahwat orientasi seksual hanya Allah yang mengurusinya.Yang penting syahwat itu tidak menyebabkan praktek yang melanggar hukum Allah, hukum Syariat. Di situlah yang hitz dengan nama Taqwa: Menahan diri dari larangan Allah.
C: Syariah tidak bisa menghukumi orientasi seksual seseorang.
D: Manusia mestinya mampu menahan diri dari melanggar larangan Allah. Dalam kasus homoseks, adalah menahan dari liwath.
Pada bagian awal, ada kutipan jurnal yang menyebutkan bahwa pada dunia binatang perilaku seksual terbentuk sebelum kelahiran, yang mana berkaitan dengan hormon steorid yang mempengaruhi diferensiasi seksual otak. Pernah ada percobaan dengan menambah kadar tetosteron saat diferensiasi seksual otak pada monyet perempuan prenatal. Sesudah natal, si monyet perempuan itu jadi kelaki-lakian. Ini bisa mendukung pernyataan bahwa orientasi seksual berkaitan dengan kondisi sebelum lahir, dan sudah jadi bawaan.
Apakah dengan adanya penelitian itu hukum Syariat jadi tidak relevan buat zaman sekarang? Enggak lah. Hukum Syariat tetap hukum, ia akan terus berjalan walau ada sejuta alasan kenapa 'Homoseks itu ada' dan 'Seribu alasan kenapa zinah itu baik'.
Penutup: Homoseks itu ada, dan jika ada orang yang memilikinya maka sebetulnya ia adalah syahwat yang harus dikendalikan, sama seperti syahwat yang lain. Jangan sampai syahwat itu menyebabkan jadi melanggar Syariat Agama.
Sumber: http://thisisgender.com/penyimpangan-orientasi-seksual-kajian-psikologis-dan-teologis/#_ftn104
Sumber: http://thisisgender.com/penyimpangan-orientasi-seksual-kajian-psikologis-dan-teologis/#_ftn104
Ekstrimis
Bumi Datar
Intoleran
Sumbu Pendek
Antikebhinekaan
Rasis
Kuno
Tradisionalis
Kampungan
Anti Modernitas
Antisemit
Anticina
Autocyduk
Tafeer!
Autotafeer
Onta
Fundamentalis
Homofobis
Seksis
Fanatis
Radikal
Wahabis
Anarkhis
ISIS
Penista bendera
Bumi Datar
Intoleran
Sumbu Pendek
Antikebhinekaan
Rasis
Kuno
Tradisionalis
Kampungan
Anti Modernitas
Antisemit
Anticina
Autocyduk
Tafeer!
Autotafeer
Onta
Fundamentalis
Homofobis
Seksis
Fanatis
Radikal
Wahabis
Anarkhis
ISIS
Penista bendera
Akhir-akhir ini sering kita dengar, ucapan-ucapan untuk tidak menyibukkan diri mendukung kemerdekaan Palestina.
" Buat apa sih? Kita juga masih banyak urusan kayak di Papua yang masih miskin, serta kita sendiri masih belum sepenuhnya merdeka dari berbagai sisi. Menyibukkan diri dengan Palestina tidak penting untuk kita saat ini."
Mereka seakan lupa isi pembukaan UUD 1945, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."
" Buat apa sih? Kita juga masih banyak urusan kayak di Papua yang masih miskin, serta kita sendiri masih belum sepenuhnya merdeka dari berbagai sisi. Menyibukkan diri dengan Palestina tidak penting untuk kita saat ini."
Mereka seakan lupa isi pembukaan UUD 1945, "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan."
Eh, engga deng, mereka sebetulnya tahu ada Pembukaan itu, tapi tidak mau mendukung kemerdekaan Palestina. Ada rupa-rupa alasan mereka beberkan, antara lain kusebut satu dulu: Palestina bukan sebuah bangsa, ia merupakan orang Arab, dan dengan demikian secara kemerdekaan Palestina tidak ber-hak(memiliki) untuk merdeka, karena nyatanya ia bangsa Arab. Alasan yang cukup meyakinkan juga, ditambah lagi dengan alasan seperti ini, "Sedang Israel itu ialah negara milik bangsa Yahudi, maka ia ber-hak untuk merdeka, memiliki negara, dan bebas dari penjajahan yang menghalangi kemerdekaan mereka..
Ada ucapan dari kaum pro-kemerdekaan Palestina di Indonesia : "Palestina-lah negara yang pertama kali mendukung kemerdekaan Indonesia, maka wajib Indonesia membantu usaha kemerdekaan Palestina." Ini dibantah lagi oleh kaum anti, bahwa yang namanya 'Negara Palestina' tidak ada zaman segitu. Lagian, yang menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Indoneisa cuman Haji Amin Al-Husaini, mufti Al-Quds waktu siaran di Jerman: Mendukung usaha kemerdeakaan Indonesia di bawah Pemerintahan Jepang (lewat BPUPKI). Lebih lanjut tentang Imam Amin, ia diceritakan sebagai tokoh pro Nazi yang anti Yahudi sekali.
| Pa Haji: Kumaha damang jang? |
![]() |
| Berkata Pa Haji kepada Hitler: Eling ler, ulah matil solat. |
![]() |
| Gerakan Nazi mengaji di sana. |
Tamat
------------------------------------------------------------------------------------------
Ya enggak lah!
Atas dasar demikian apakah kita tidak perlu mendukung kemerdekaan Palestina? Sama sekali tidak. Alasan yang tadi itu semuanya lemah, penuh unsur hasad dan tergesa-gesa. Kita bahas saja dari argumen yang awal-awal.
Dengan dasar bahwa Palestina bukan sebuah bangsa, maka apakah dengan begitu kita gak usah menndukung usaha kemerdekannya? Mari kita lihat sebuah negara yang dibawahnya ada Australia, di atasnya ada Malaysia, nama negaranya Indonesia.
Adakah bangsa Indonesia itu? Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap Nasional memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan sejarah (Petrus Citra Triwamwoto.2004.Kewarganegaraan. Jakarta:Grasindo hal.118). Indonesia bisa jadi sebuah bangsa karena suatu nasib yang bisa dibilang sial juga : DIJAJAH barengan sama Belanda. Andaikan Belanda kemarin tidak menjajah wilayah Indonesia, mungkin bangsa Indonesia tidak akan pernah ada. Wilayah Nusantara ini nanti namanya masih NUSANTARA saja yang isinya ada negara Sunda, Jogja, Solo, Jawa, Aceh, Bugis, Ternate, Tidore, dan macam-macam itu termasuk Brunei, Mindanao, Sabah, Kelantan, dan bleweh bleweh lainnya, dan malah kalau mau ditarik jauh lagi sebetulnya grup Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, serta Filipina masih bisa dibikin jadi satu bangsa : Melayu.
Jadikan posisi itu dibalik, ternyata Palestina merdeka jadi negara dan Indonesia itu cuman sekedar usaha memerdekakan diri. Dengan dasar argumen 'kebangsaan' tadi apakah Palestina perlu mendukung kemerdekaan Indonesia? Indonesia kan bukan sebuah bangsa, bangsa Indonesia itu tidak pernah ada, yang ada hanya Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, Dayak, dan lain lain. Anggaplah ceritanya sudah ada Sumpah Pemuda mendeklarasikan satu Indonesia itu, apakah perlu Palestina mendukung kemerdekaan suatu bangsa Indonesia? Enggak. Indonesia masih bukan bangsa, yang ada hanya Melayu, Jawa, dkk, dan TIDAK perlu didukung kemerdekaannya; karena ia BUKAN sebuah bangsa.
Tadi dibilang bahwa kemerdekaan Palestina itu tidak perlu didukung karena yang ada hanyalah bangsa Arab. Tapi kalau mau dibilang kemerdekaan Indonesia itu tidak perlu didukung karena yang ada hanyalah bangsa Melayu? Masih mau kamu mendukung kemerdekaan Indonesia? Gimana? Sebagai orang yang mengaku berbangsa Indonesia, ada sanggahan lain? Bisa disimpulkan pernyataan 'kebangsaan' tadi salah. Kebangsaan yang kalian tafsirkan bahwa Palestina itu tidak ada melainkan bangsa Arab bisa jadi tidak konsisten dengan : Indonesia itu tidak ada melainkan bangsa Melayu, Jawa, Sunda, dkk. Argumen pertama, sudah gagal.
Argumen kedua, bahwa Palestina merupakan pendukung pertama kemerdekaan Indonesia sebetulnya tidak salah juga, benar. Palestina tidak merupakan negara waktu itu, dia cuman wilayah jajahan Inggris yang mau memerdekakan diri seperti yang lainnya, mirip Indonesia. Simpelnya, calon negara mendukung calon negara yang lain untuk merdeka. Wajar sekali kalau calon negara yang sudah jadi negara itu mendukung perjuangan calon negara lain, tidak usah dipersoalkan, ibaratnya seperti calon mahasiswa. Calon mahasiswa saling mendukung untuk lolos jadi Mahasiswa, saat satu sudah jadi Mahasiswa, ia bakal terus mendukung calon Mahasiswa supaya jadi Mahasiswa.
Argumen yang ketiga, bahwa pernyataan dukungan Palestina untuk kemerdekaan Indonesia hanya Haji Amin. Ini argumen banyak bacot, tidak berdasar. Pak Haji Amin selaku Mufti Al-Quds, pencetus dan pemimpin usaha kemerdekaan Palestina wajar saja dia jadi juru bicara, termasuk bicara tentang dukungan calon negara Palestina terhadap calon negara Indonesia.
Argumen tuduhan tambahan adalah bahwa dukungan Pak Haji ialah hanya saat siaran di Jerman dan hanya kepada calon negara Indonesia bawahan Jepang. Oh kawanku, Foto-foto di atas berkata lain dari demikian. Haji Amin datang bersusah susah dari penjara di Perancis ke Indonesia, buat apa? Ikut perayaan dukungan Mesir terhadap kemerdekaan Indonesia. Kesimpulannya, Haji Amin sebagai Mufti Besar Palestina saat itu, pemimpin usaha kemerdekaan Palestina, ikut mendukung kemerdekaan Indonesia.
| Ali Tahir |
| Republik Arab Bersatu |
Terakhir terkait Haji Amin dan Hitler, mari kita berpikir sesuai keadaan yang terjadi. Palestina mau merdeka, tapi Inggris malah menjatahkan Israel di sana, kalau usaha sendiri pasti kalah lah kalau lawan Inggris. Apa mau bersekutu atau berteman dengan Sekutu? Enggak lah! Jadi sama siapa lagi selain dengan Poros. Mirip lagi sama Indonesia: Indonesia mau merdeka, tapi kita semua sudah tahu Belanda tidak mau, eh keburu diambil alih sama Jepang. Apa Indonesia mau berteman sama Belanda dan sekutu? Nah Indonesia ikutan sama Jepang untuk sementara, lagian Jepang sudah berjanji pada suatu hari nanti untuk memerdekakan Indonesia.
Haji Amin ikut mempropagandakan Nazi Jerman serta ikut membantu pembentukan pasukan SS berkopeah dari Bosnia. Sukarno mempropagandakan 3A Asia Raya-nya Jepang dan mengajak rakyat ikut Romusha. Apa perkara di situ? Itu semua sebagai upaya semata-mata menjalin kerjasama.
Penutup, untuk yang anti-usaha kemerdekaan Palestina di Indonesia, aku mengajak untuk janganlah menghalangi usaha untuk memerdekakan Palestina di sini. Malah aku mengajak untuk ikutan, ayo, membantu perjuangan rakyat Palestina, karena kita semua sama-sama ingin meraih kemerdekaan. Selain itu Palestina dan Indonesia juga mirip-mirip.
R(120,60,0,6) Aku melihat kapal dari rooftop gedung tingkat 2 di pinggir pantai, warna kapalnya agak merah, kapal itu mau ke Aceh. Gedungnya mirip pasar.
R(62,0,0,4) Aku pulang ke rumah. Dari rumah aku diajak adikku ke rumah orang, masih di dalam komplek Tanimulya. Rumahnya seberang masjid. Rumahnya di ujung jalan, mau ke pertigaan, belok kanan sedikit sudah ada masjid mujahidin di sisi kirimu, belok kiri akan ada tirtamulya. Rumah itu mirip rumah bu dokter zaman dulu sebelum renov. Tapi di atas kanan dan kiri ujung genteng atas rumah ada salib, sepasang jadinya. Adikku naik tiang listrik di depan rumah itu, aku ikuti, sampai ke lantai 2 luar rumah. Masuk lewat jendela.
R(170,0,0,-20) Itu bukan sekedar rumah. Mungkin kos-kosan khusus umat agama. Aku masuk setelah adikku ke kamar yang gak luas amat, paling 8 x 4 meter tapi untuk sekeluarga ibu anak1 bapak kakek dan nenek. Mereka orang bule, tapi kayanya kere.
B(0,0,48,0) Adikku ini bobogohan dengan anak1 tadi, perempuan berambut pirang sedikit, diikat ke belakang. Aku menatap sekeliling, ini keluarga yahudi, simbol agama di mana mana.
R(44,0,0,0) Tiba-tiba ada suara lagu rohani kristen diputar. Ibunya yang berambut hitam lurus panjang itu agak pucat begitu, yang tadi mutar musik biasa jadi ikutan musik rohani. Ia menatapku dengan ekspresi tanpa harapan.
Kami pulang ke rumah
R(62,0,0,0) Besok harinya. Aku ingin pergi melihat kapal lagi. Aku pergi lewat komplek Tanimulya lalu melewati jalan mau ke jalan yang ada rumah kristen tadi, aku melihat ke arah sana. Aku jalan lagi.
B(0,0,36,0) Aku lewat padang rumput Pakusarakan yang sering dipakai buat pasar kaget. Banyak yang main layangan di sana. Aku ngeker. Aku melihat Habib Syekh dengan style biasanya tapi naik sepeda umur anak 10 tahun ke arah kantor desa. Aku terus jalan
R(64,4,0,0) Aku lewat suatu jalan. Di kanan ada PAUD bougenville. Aku jalan lagi. Di kiri ada 3 bangunan untuk rumah, tapi belum jadi. Masih ada bahan bangunan di sana. Aku jalan lagi, tapi Habib Syekh masih dengan sepedanya menyusulku, pergi melewati gerbang yang kayak pintu kecil antar komplek. Di situ aku sadar, perjalanan ini terlalu jauh dan aku kembali.
Aku bangun
...
Kode sebelum paragraf, adalah kode Channel Mixer di Photoshop. R red, B blue.
R(62,0,0,4) Aku pulang ke rumah. Dari rumah aku diajak adikku ke rumah orang, masih di dalam komplek Tanimulya. Rumahnya seberang masjid. Rumahnya di ujung jalan, mau ke pertigaan, belok kanan sedikit sudah ada masjid mujahidin di sisi kirimu, belok kiri akan ada tirtamulya. Rumah itu mirip rumah bu dokter zaman dulu sebelum renov. Tapi di atas kanan dan kiri ujung genteng atas rumah ada salib, sepasang jadinya. Adikku naik tiang listrik di depan rumah itu, aku ikuti, sampai ke lantai 2 luar rumah. Masuk lewat jendela.
R(170,0,0,-20) Itu bukan sekedar rumah. Mungkin kos-kosan khusus umat agama. Aku masuk setelah adikku ke kamar yang gak luas amat, paling 8 x 4 meter tapi untuk sekeluarga ibu anak1 bapak kakek dan nenek. Mereka orang bule, tapi kayanya kere.
B(0,0,48,0) Adikku ini bobogohan dengan anak1 tadi, perempuan berambut pirang sedikit, diikat ke belakang. Aku menatap sekeliling, ini keluarga yahudi, simbol agama di mana mana.
R(44,0,0,0) Tiba-tiba ada suara lagu rohani kristen diputar. Ibunya yang berambut hitam lurus panjang itu agak pucat begitu, yang tadi mutar musik biasa jadi ikutan musik rohani. Ia menatapku dengan ekspresi tanpa harapan.
Kami pulang ke rumah
R(62,0,0,0) Besok harinya. Aku ingin pergi melihat kapal lagi. Aku pergi lewat komplek Tanimulya lalu melewati jalan mau ke jalan yang ada rumah kristen tadi, aku melihat ke arah sana. Aku jalan lagi.
B(0,0,36,0) Aku lewat padang rumput Pakusarakan yang sering dipakai buat pasar kaget. Banyak yang main layangan di sana. Aku ngeker. Aku melihat Habib Syekh dengan style biasanya tapi naik sepeda umur anak 10 tahun ke arah kantor desa. Aku terus jalan
R(64,4,0,0) Aku lewat suatu jalan. Di kanan ada PAUD bougenville. Aku jalan lagi. Di kiri ada 3 bangunan untuk rumah, tapi belum jadi. Masih ada bahan bangunan di sana. Aku jalan lagi, tapi Habib Syekh masih dengan sepedanya menyusulku, pergi melewati gerbang yang kayak pintu kecil antar komplek. Di situ aku sadar, perjalanan ini terlalu jauh dan aku kembali.
Aku bangun
...
Kode sebelum paragraf, adalah kode Channel Mixer di Photoshop. R red, B blue.
Wahai kamu semua, aku mau ngasih tau sesuatu. Kawan semua sudah tahu sejak kapan kaum LGBT menuntut hak di Indonesia? yaitu Ba'da orde baru. Yah, perasaan segala sesuatu muncul pasca orde baru. TErmasuk gerakan gigituan juga.
Banyak kaum maho sekarang ini; di sini kebanyakan bilang gak papa. Aman kok, mba-mba di tipi juga sering sosialisasi: LGBT (yang ada homo- dan bi- itu) hanya sekedar orientasi seksual, biasa aja kali, kaya kita yang hetero. Ibarat kata, mirip buah-buahan: pisang dan anggur itu buah-buahan seperti mangga dan apel. Alhamdulillah, isu LGBT ini meningkat dan makin ramai saja sampai bisa bikin KTT segala tahun 2006 di Jogja. Mereka selama ini mengaku didiskriminasi oleh negara dan aku juga, which is diskriminasi adalah
"Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut"
Contoh diskriminasi ini bisa kita lihat seperti homofobia, which is fobia adalah
.. adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena
Jadi homofobia adalah rasa ketakutan berlebihan pada homo, yang ditunjukkan melalui diskriminasi yaitu pelayanan tidak adil berdasarkan karakter homo itu. Karakter adalah tabiat; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain; watak; Jadi homo adalah karakter -sifat kejiwaan -- ini aku ambil setelah sambung sambungin KBBI yah, bukan baca buku kesehatan dan sosial.
Lompat ke Pedofilia, Pedo artinya anak, filia artinya cinta, dan bisa disambung jadi Sayang Anak, dan bukan itu maksudnya. Itu terjemah lafziyah, kalau maksud aku punya minat ena-ena sama anak-anak. Bilamana Homo punya minat ena-ena sama sesama pria, Hetero minatnya sama lawan jenis, maka Pedofil minatnya sama bocah. Kalau dicampur-campur Pedofil ini bisa aja bisa jadi homo juga, bisa hetero juga.
Homo sebagai minat seksual sudah banyak didukung dan dilegalkan di mana-mana. Pedo belum sama sekali, kasian. Pedofil masih tidak diakui dan dianggap tabu oleh masyarakat semua, kasian. Pedofil didiskriminasi oleh semuanya, malah kadang-kadang aktivis LGBT tidak mendukungnya. Emak-emak memusuhinya, aku juga, Kak Seto juga. Rasanya gak fair gitu, harusnya Pedofilia ini juga diadvokasi, seperti LGBT, dibawa ke ILC, kita diskusikan bareng-bareng, dibikin grup komunitas, disupport lah minimal sama SGRC UI. Tapi gak gitu..
Dunia ini gak Fair!!
-cenah ceuk Pedofilia
Dengarkan aku. Mungkin tahun depan mereka akan diadvokasi. Tahun depannya lagi bisa masuk SGRC UI. Tahun depannya lagi bikin KTT, terus minta revisi UU pernikahan, minta batas minimalnya jadi 3 tahun ajah. Tahun depannya mungkin LGBT ganti nama jadi LGBTP, bersatu agar diakui. Mungkin tahun tahun ke depan Incest juga bakal ikutan, sama Poliandri, sama "Gapapa sex bebas yang penting keluar diluar", sama "Gapapa sex bebas yang penting pake kondom", sama "Gapapa sex bebas asal gak hamil", sama "Gapapa sex bebas asal ga ada anaknya" beserta rumpun sex bebas lainnya. Insyaallah.
Balik lagi. Semua ini asalnya pada konsep minat seksual, serius aku ini. Konsep ini. Sekarang minat seksual dianggap bawaan lahir, macam kepribadian, sudah dari sananya, dan harus dipiara. Yang sudah hetero, mari lanjutkan, yang homo, mari lanjutkan, yang Pedo, mari lanjutkan -asal jangan sama anak aku-. Yang homo teruslah homo, jangan memaksakan diri jadi hetero.
Kalo aku? Aku ngaji kok, ngarti dah.. Sekarang ini minat seksual Pedofilia harus diobati dengan terapi macem macem itu. Tapi LGBT yang minatnya 'gitu', harus dilanjutkan karena bla.. bla.. bla... Mari kita bilang Dunia ini gak Fair!! dan diskriminatif banget. Pedofobia berlaku dimana-mana, kalian tau kan apa arti dari Pedofobia. Pedofobia adalah rasa ketakutan berlebihan pada pedo, yang ditunjukkan melalui diskriminasi yaitu pelayanan tidak adil berdasarkan karakter pedo itu. Jaman ini aku gak tau bakal disebut apa, mungkin Homofobis en Pedofobis.
Menurut kamu gimana?
---
Tulisan ini dibikin dengan ironis, aku orang islam disini.
Sudah.. sudahi video lucu sufi menari di yutub sana. Kita tidak tahu, apakah ia sufi aswaja, sufi syiah assassin, sufi syiah bohra, atau sufi khwarij yang mana. Lalu atas dasar video lucu itu kamu menganggap kelompok sufi disebelahmu ikut dugem geleng-geleng juga











