Satu masa waktu aku kelas sebelas dulu, ada seminar SNMPTN dari bimbel sohib sekolahku yang punya slogan : "Tidak Lulus UN Uang kembali" -ayeuna geus euweuh UN- dan "We will help you to make your dream come true." Dia mengundang pembicara yang meruapakan petinggi bimbelnya sendiri, tapi dilabeli motivator.
Waktu itu persentase SNMPTN masih 60%, dan harapan besar buat masuk lewat jalur sana. Nah disini timbul persoalan. Jangan kau kira aku benci jalur SNMPTN, sebenarnya aku benci semua jalur yaitu SBMPTN dan Jalur jalur mandiri lain, disebabkan harus mikir juga. Aku pengennya yang langsung masuk tiba tiba gitu.
Apa itu masalahnya? Bapak motivator ini berkata, "Kalau saya jadi menteri pendidikan, saya bikin persentase SNMPTNnya 100% biar ga ada yang tes tes lagi!" Maka ramailah seisi ruangan, dipenuhi harapan enaknya kuliah kagak usah pake tes lagi. Wajar sih, masih kelas sebelas, kelewat banyak pengharapan.
Waktu aku sudah kuliah, yaitu saat aku mau nulis ini, aku keingetan suara suara bapak motivator lagi. Bilamana dia beneran jadi menteri pendidikan tahun kemaren, maka ada kemungkinan orang orang kayak aing ini nganggur kuliah selamanya. Atau baiknya selama 5 tahun dia menjabat, tapi masalahnya SNMPTN kan cuman sekali coba doang, ga masuk yaudah wassalam.
Akhir kata, berhubung UN ditiadakan, maka mohon bapak ganti saja dulu slogan bimbelnya.
Santeyy saperti di Pantey
Hah, hari itu nganggur sekali. Kelas ditinggal ia, jadilah kami nganggur ga ada kerjaan. Di saat itu lah, kami telentang telentang di lantai sambil main hp.
Seseorang dari teknik mesin mulai buka instagram ui.cantik, ceunah mau cari pemandangan. Kami ngegerombol aja ke arah dia, hayang ningal. Rupa rupanya jadi bosan, karena entah bosan hidup di ui atau kebanyakan iklan di sana, jadi muncullah ide buat cari akun sejenis, tapi di univ lain.
Yang pertama kali ialah UPH, lalu makin nyasar ke ITB, dan waktu itu aku nyeletuk, Unpad euy! Iya, aku cuman nyeletuk, berhubung dari tadi ngegerombol kagak bisa lihat hp-nya juga. Yah Unpad beneran punya akun : Unpad.geulis.
Aku sama sekali tidak tahu siapa yang mulai tren beginian. Tapi ini udah nyebar ke berbagai univ. Ga usah dicari tau lagi, yang penting dinikmati kalau kamu ga takut dosa.
Kawan kawan ini tidak sembarangan lihat wanita, jadi istilahnya semua yang dari akun tadi diseleksi lagi, sesuai kriteria. Akhirnya setelah skip skip foto wanita, kawanku yang anak mesin ini nyeletuk kegirangan. Nih pas bener nih! Gue suka!
Heboh lah, aku langsung mendekat hayang ningal siapa yang bisa bikin hebob tadi. Kuperhatikan sejenak fotonya, yang gabungan dari 4 foto selfie yang dibentuk jadi segiempat. Kenal, kenal banget malah, anak daci, anak cos 0, anak scarpa.
Seleranya sama orang cimahi dia
Iya, yang itu namanya dinding. Maka kamu bertanya, kenapa dinding kosan itu kamu tempeli dengan gambar? Maka jawabnya karena aku kepingin. Lalu kamu nanya lagi, kenapa harus gambar itu? Akan kujawab lagi.
Sesungguhnya ada hari saat aku merasa diberi harapan kosong saat mau beli hp, ngantrinya lama tapi ga jadi belinya. Pulang, aku ke kamar, hati gundah hayang ceurik. Maka tiba tiba aku mengambil kertas das spidol hitam dan kutulis tapi dadakan lafadz. Kemudian kulihat kurang indah, maka kuambil spidol merah lalu kuwarnai.
Tentang kertas putih diatas lafadz itu, itu bukan ayat suci, bukan juga jimat supaya cepat tidur. Itu ialah partitur yang pertama kali aku buat, yaitu saat sore sore hari sabtu tidak ada kerjaan. Itu kertas ialah tempelan yang pertama.
Lalu ada 4 foto, sesungguhnya mereka baru jadi tadi, baru diprint tadi, dan baru dirakit tadi. Dan yang di bawah itu, ialah sketsa Masjid Al-Ma'mur yang di Tanah Abang. Waktu menggambar, aku sedang menunggu jumatan, sebagaimana yang kulakukan dulu waktu masih smp saat aku menunggu jumatan di Masjid Agung.
Engga tau, ternyata begitu.
Tadi minggu siang, saat itu aku mau pergi lagi ke depok. Siang itu hujan lama, sampai akhirnya menjadi cerah pas ba'da asar. Maka jadilah aku mau pergi lagi ke depoknya pas minggu sore. Sudah ga ujan, perbekalan sudah siap, tinggal celana tea acan di setrika.
Adek perempuan yang paling kecil dari tadi selalu menggangguku, mulai dari ngambil ngambil hape, tapi hapenya lagi aku pake, atau sampai ngancem manggil kucing hamil bernama tomtom, perlu kau ketahui ia dinamai tomtom karena bulunya abu abu, dan perlu kau ketahui lagi, aku takut kucing. Tomtom sudah sering main ke sini, demikianlah jadinya dia sudah kebal ancaman apapun. Ditoel2 pake sapu lidi aja keenakan dia. Si adek ini juga sering berdoa supaya datang hujan air lagi dari langit, kalo bisa sampe besok.
Ah, tiba tiba si adek ini, yang namanya itu humairah, ngajakin jalan. Entah jalan kemana, pokonya kumaha kakak weh. Jadinya aku ajak jalan aja satu putaran ke arah lapang searah jarum jam. Pas di awal, aku kepikiran, ini si bocah yang daritadi ngegangguin mulu kenapa jadi gini ya? Sambil mikir aku juga sering megang2 kepalanya dia, yang jenong itu. Di tengah jalan, kudapat suatu kesimpulan : kelakuan dia yang daritadi itu adalah muslihat buat si kakak aufar ini kagak jadi ke depok.
Kenapa?
Aku flesbek lagi, waktu masih sd. Teringat kalau ada tamu menginap disini, dan kemudian mau pulang. Biasanya sering muncul keinginan supaya si tamu lanjut nginep aja di rumah, kagak pulang pulang lagi. Lalu terkait si humairah ini, ini sama juga. Dan tamunya bukan sekedar tamu, tamunya adalah orang yang mabal KIAS demi mengambil kartu ATM, materialistis sekali.
Satu putaran selesai, aku di rumah agak menahan sedikit ceurik karena mikirin kelakuan humairah tadi. Kepikiran juga kenapa dia jadi jail bener seharian ini. Kepikiran bahwa perlu 6 minggu dan 5 biji UAS yang perlu dilewati supaya bisa ketemu lagi.
Euh..
Hampir mau berangkat, dia mau ikut. Tapi ga boleh ceunah, takutnya ntar demam lagi.
Berchatlah Sultan Faris kepada Fansur melalui wifi percuma supaya tiada uang terbuang : Wahai Fansur, aku dengar di rumah engkau ada orang terlalu bijak konon. Kutitahkan supaya engkau besertakan orang hadirlah kehadapku. Maka sebagai ra'yat patuhlah kepada titah Sultan.
Arkian pergilah mereka berdua kehadapan Sultan Faris, maka berkatalah ia, "Duli Tuanku, titah Tuanku sudah patik laksanakan." Kanakian majulah Imam Besar Tio Soumokil sedemikianlah wajahnya itu sebagai orang hendak kalah sabung COC hatta Fansur itu bergetar getar, "Daulat Tuanku, hamba mohonkan ampun bilamana ada khilaf". Akan tetapi wajah Imam Besar masihlah demikian.
Maka berkata Alimulhadi, "Ampunkan hamba Sultan, apa maksud dan kehendakan Tuanku mengundang hamba kemari?." Maka jawab Sultan, "Saudaraku Alimulhadi, sesungguhnya aku melihat di marikh (Bahasa Arabnya Mars) itu terlalu banyak konon, maka aku hendak berbuat negeri di sana."
"Ampunkan hamba lagi Sultan, hamba hendak bertanya pula dikarenakan apa wajah Imam Besar demikian?". Maka jawab Sultan, "Sesungguhnya ia itu menjadikan wajahnya serupa itu iaitu
karena ia hendak mencari sponsor seminggu tujuh malam tiada tidur tiada bangun. Sponsor itu mestilah ada, supaya aku boleh berbuat negeri di sana." (Sesuai syarat syah Negeri mestilah ada pengakuan negeri lain, apalah daya PBB itu tiada jua mengakui Negeri Farisiyah)
Arkian Alimulhadi dan Fansur dipersilakannyalah masuk ke dalam ruangan nan besar, iaitu yang harganya diserupakan dengan 500 dinar (Kurs Dinar bisa dicari di www.google.com). Di dalam ruang nan besar itu nampaklah tiga ribu orang yang ada di luar sana. Di dalamnya ada lima ratus orang dari berbagai macam orang, maka berkatalah Sultan Faris, "Wahai Alimulhadi! Kutitahkan kepada engkau pergilah bersama orang yang lima ratus itu. Ku titah kamu sekalian supaya pergi kepada negeri sponsor!"
Maka diceriterakanlah oleh Sultan Faris perihal negeri sponsor itu. Negeri sponsor itu ialah negeri shahabah Farisiyah, sebab Sultan Faris ialah satu perguruan dengan Raja Negeri Sponsor itu. Negeri itu diceriterakan jauhnya 1000 tahun perjalanan bilamana jalan kaki naik batu, dan disepanjang jalannya itu terlalu banyak silumannya, kanakian di sana itu terlalu banyak Dukun Santet konon. Maka dinamakan oranglah negeri Sponsor itu Negeri Gultomisme dan pusatnya itu ialah di negeri Margaasih, sebab negeri itu dipimpin Raja Gultom sedang ia itu bermarga Gultom dan Raja Gultom itu konon pengasih kepada kabogohnya dan pengasihan jua itu ia punya (Mengenai definisi pengasihan bisa dicari di www.google.com). Di negeri Margaasih itu berkumpullah orang orang cerdik nan pintar supaya tiada kering tanah di negeri itu. Maka Negeri Farisiyah itu hendak bersilaturahmi dan bermusyawarah supaya dapatlah mereka berbuat negeri di Planet Marikh.
Hatta dua puluh menit Sultan Faris memberikan wejangannya itu, maka berkatalah ia, "Negeri Margaasih itu bilamana kamu tiada patuh kepadaku kamu tiada dapat mencapainya. Aku akan berikan benda benda ini, supaya kamu segenapnya tidak menjadi derita dan merajuk dan tiada sampai kesana." Maka diberikannyalah benda benda kepada Alimulhadi, Fansur, dan lima ratus orang di sana.
Arkian berangkatlah mereka semua ke negeri Margaasih menggunakan kereta Shin Kan Sen yang sudah diberi segel Kyubi dan jutsu Kamui. Demikian itu supaya tiada gangguan yang dibuatkan oleh para Siluman dan pengaruh dukun santet Madara Uchiha. Maka supaya mereka itu merasakan nyaman di sana, dibuka lah benda yang diberikan Sultan Faris, iaitu Powerbank 7000 mAh. Bermacam macam orang bermacam jua kehendakannya, maka adalah orang itu yang sudah habis baterenya, hendak berhenti dan mengecas. Maka diturunkannyalah orang orang itu oleh Alimulhadi supaya mereka dapat mengecas dan tenteram hati mereka. Akan tetapi mereka itu sangatlah lembam mengecas iaitu hendak selama sepuluh jam sahaja (Karena colokan itu hanya tiga sahaja), kanakian berujarlah Alimulhadi, "Wahai kamu semua! Kembalilah kamu ke kereta supaya kita tiada menjadikan ngaret di sana." Maka orang orang itu tiada mendengar perkataan Alimulhadi kecuali lima orang sahaja, karena powerbanknya masih penuh.
Pergilah Alimulhadi beserta Fansur dan lima orang itu ke dalam kereta, sedang orang orang yang ingkar lagi durhaka itu bertemulah mereka dengan Siluman Ekor Sembilan yang dikendalikan Dukun santet Madara Uchiha maka jadilah mereka itu terkenai Mugen Tsukoyomi serta powerbanknya mereka itu direbutlah oleh Madara supaya jadi powerbank 1000000 mAh.
Demikian itu kereta Alimulhadi menjadi tiada terjadi overcapacity sebagai sebelumnya, padahal ashli itu muatnya hanyalah sekedar dua belas orang. Hatta lewatlah dua puluh menit sampailah mereka itu kepada negeri Margaasih yang dimaksud. Benarlah ceritera Sultan Faris perihal margaasih itu. Negeri itu bilamana orang Farisiyah melihatnya geletar kakinya disebabkan kepanasan dan kurang jajan selama di jalan lagi kurang buang hajat.
Di Gerbang negeri Margaasih itu disambutlah orang mereka yang bertujuh itu, dan diantarkannyalah mereka ke istana Raja Gultom. Istana Raja Gultom itu tingginya seratus hasta serta luas luas sekali. Di istana itu dipasangkanlah oleh Raja Gultom dan pengikutnya dari ilmualamsatu segala rupa simbol Gultomisme di segala penjuru.
"Daulat Tuanku, kami dari negeri Farisiyah atas titah Sultan Faris hendak bersilaturhami ke negeri Tuan," maka jawablah Raja Gultom, "Benarlah begitu, sebab aku sudah dichatkan oleh Sultan Faris yang seperti itu sebanyak sepuluh lusin lengkap jua dengan emoticonnya." Kanakian tergelaklah Raja Gultom kemudian jua semua pengikutnya.
Arkian diajaklah ketujuh orang Farisiyah itu ke ruangan yang besar sekali, lengkap jua foto Raja Gultom di depannya. Di ruangan itu adalah orang yang sebanyak tujuh orang jua. Mereka itu ialah golongan cerdik para pengikut Raja Gultom dari ilmualamsatu. Maka dipersilakannyalah orang Farisiyah supaya ikut berduduk di sana. Mereka semua itu duduknya di hadap hadapkan diluar meja nan bundar, sebagai KMB.
Berkatalah Raja Gultom supaya mereka semua memperkenalkan diri semuanya. Maka diantara utusan Farisiyah itu ada Alimulhadi, Fansur, Pujangga Aghniansyah, Said Husein, Guru Ip, Syekh Ariz, serta Jurugambar Boy. Sedangkan dari negeri Gultomisme itu ada Kang Nuriana, Liem Xiao Tep, Adityawarman, Spiderman, Ahli Murfidz, dan yang paling cantik iaitu Puteri Merbau sebab ia perempuan sendiri akan tetapi namanya itu memang Puteri bukanlah ia anakan dari Raja (Bapaknya itu sudah kasih dia nama seperti itu).
Maka dibukakanlah musyawarah oleh Raja Gultom sebari ia berkata kepada Alimulhadi, "Wahai Alimulhadi! Sebutkanlah apa yang negerimu sedang risaukan?". Maka jawab Alimulhadi, "Negeri kami itu hendak berbuat negeri di Planet Marikh, dan kami ini risau perihal beberapa hal. Pertama, apatah di sana ada makhluq lain berdaulat?". Maka jawab Liem Xiao Tep, "Disana itu tiada makhluq berdaulat, maka Sultan dapatlah berbuat negeri di sana". (Alimulhadi itu hendak bertanya apatah betul ada negeri makhluq lain di Marikh sana)
Kanakian Alimulhadi berkata, "Betul yang kamu katakan, sesungguhnya yang tadi itu hanyalah pemanasan supaya tiada tegang." Maka berkatalah Liem Xiao Tep, "Pantaslah masih terasa mudah tuanku." Maka tergelaklah Raja Gultom, tapi yang lainnya itu tiada demikian karena Alimulhadi itu tiada lucu perkataannya.
Maka musyawarah itu heninglah hatta Said Husein berujar demikian, "Sesungguhnya kami segenap ahli Farisiyah itu takutkan sekali akan tiada dapat chatting bilamana ada di planet Marikh, sebab disana tiada internet sebagai di sini." Kemudian berkatalah Pujangga Aghniansyah, "Chatting itu ialah cara supaya kami disana bolehlah mendapat tenteram hatta pulang sebab bilamana butuhkan bantuan bisa didapat."
Maka kemudian Puteri Merbau berkata, "Di negeri Indonesia itu, iaitu di Jalan Raya Bharata aku melihat ada tukang baso iaitu yang dekat Madrasah Negeri 1 Cimahi yang bilamana kita ke sana maka dapatlah kita wifi percuma dengan laju sepuluh gigabyte per detik." Maka terkagetlah seluruh ruangan itu, sebab jikalau yang demikian itu berlaku mestilah mereka sudah ada di sana di tempat tukang baso dari sedari dulu supaya bisa pakai wifi.
Kanakian jawablah oleh Said Husein, "Wahai Puteri Merbau yang jelita, bilamana yang demikian itu berlaku mestilah kami sudah boleh memindahkan Singgasana Nabi Sulaiman dalam sekejap mata sahaja. Wahai Puteri Merbau yang jelita, mungkin engkau sudah salah membaca dan dikelabui konspirasi illuminati di Indonesia. Wahai Puteri Merbau yang jelita, sadarlah engkau!". Maka riuhlah seluruh ruangan, sembari demikian berbisik bisiklah Alimulhadi dengan Said Husein perihal tadi.
Kanakian Raja Gultom berkata, "Wahai kamu sekalian! Janganlah bergaduh semuanya, sesungguhnya yang dikatakan Said Husein itu benar juga. Kita semua sudah tahu bilamana di negeri Indonesia itu banyak akan konspirasi!."
Maka berkatalah Adityawarman, "Bolehkah jika laju internet itu di negeri Indonesia itu tinggi sangat konon?." Lalu berkata jua Kang Nuriana hal yang sedemikian itu. Maka akhirnya menjadilah pertemuan itu riuh semuanya, sedang mereka semua berdebat pasal laju. Tersebutlah hal yang demikian itu karena negeri Indonesia itu tiada pun terlalu baik dihadap negeri negeri lain yang masyhur pasal laju internet. Maka tercerailah golongan Farisiyah dengan golongan Gultomisme.
Raja Gultom itu ialah Raja yang tiada suka bergaduh lagi terlalu risau hatinya, maka Alimulhadi itu berpikirlah ia supaya tiada ini berlanjut lanjut lagi. Hatta satu jam lamanya maka Alimulhadi dengan wara' berkata, "Wahai Puteri Merbau! Tunjukkanlah kepada kami semua gambar tempat yang engkau maksudkan!." Maka Puteri Merbau berlaku yang demikian.
Nampaklah suatu gambar berwarna hijau lagi ada spanduknya. Kemudian tersenyumlah Alimulhadi sembari berkata kepada Syaikh Ariz dan Guru Ip secara pelan pelan. Maka berujarlah Guru Ip, "Wahai semuanya, telah nampak kepada kita bahwa gambar itu sedemikian jelasnya. Maka lihatlah bahwa sesungguhnya itu tertuliskan sepuluh gigabyte sahaja, dan itu ialah bukan sebutan khas daripada laju tetapi quota." —Sesungguhnya satuan daripada laju internet itu GB/s bukanlah GB sahaja—. Arkian Spiderman itu sepakat dengan perkataan Guru Ip dengan betul betul.
Arkian Alimulhadi berkata, "Sesungguhnya, kita semua hanyalah bergaduh perihal sesuatu yang tiada pula kita nampak dari asalnya, maka tiada ada jua ujung pangkalnya hatta akhirnya kita bergaduh demikian!". Kemudian berkatalah Raja Gultom, "Betul sekali apa yang dikata Alimulhadi itu, baiknya kamu semua berdamailah semuanya!"
Maka semua yang ada di ruangan itu bermaaf maafan semuanya. Kemudian mereka semua itu bermufakat sedia maka akhirnya mereka itu sepakat. Kemudian mufakat itu mereka berikanlah nama 'Interpretasi Margaasih' supaya itu miriplah namanya dengan 'Interpretasi Copenhagen' iaitu antara Einstein dan Bohr, apabila itu interpretasi dilakasankan oranglah di negeri Margaasih lagi supaya itu nampak ilmiah dihadap orang banyak.
TAMMAT
داتڠ داري ميمڤي سمالم
بولن بوندر
برمنديكن سججتا چهايا
د لاڠيت يڠ مىره
رانوم سڤرتي اڠݢور
وجهمو ممبواي ميمڤيكو...
سڠ ڤوجاان تق جوڬ داتڠ
اڠين برهمبوس برچابڠ
ريندوكو بربواه لارا
او... لارا
SURAT PERINTAH KEADAAN DARURAT
No. 001/FRSY/SDC/SITOSOL
RAHASIA SAAT TOD
JANGAN DIBACA SAAT KHATIB NAIK MIMBAR
Sehubungan dengan diadakannya UN oleh bapak menteri Republik Indonesia, maka seluruh kegiatan Pemerintahan Pelarian Kesultanan Farisiyah di SMA Negeri 2 Cimahi dihentikan sementara supaya pelaksanaan UN tidak terganggu oleh kegiatan politik luar negeri.
Direncanakan setelah dilaksanakan UN, Kesultanan Farisiyah akan melakukan ekspansi secara seporadis tanpa batasan geografis ke seluruh dunia selama itu planet bumi dan mars. Dengan demikian sampai akhir libur lebaran Farisiyah akan melakukan ekspansi ke Perguruan Tinggi.
Rencana ekspansi (RE) akan diketahui setelah pengumuman SNMPTN dan SBMPTN dan diperintahkan untuk melaporkan Hasil Ekspansi (LHE) maksimal setahun setelah pengumuman SNMPTN dan SBMPTN.
Diharapakan selama periode ekspansi agar tetap melakukan silaturahmi dan komunikasi secara rutin dan mengadakan tanding futsal secara berkala untuk menunjukkan eksistensi Kesultanan Farisiyah di matanya bumi.
Sekian, 3 April 2016 M waktu bumi
PROKLAMATOR



